SOPPENG, BERITA-SULSEL.COM – Tujuh mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin (FKM Unhas) resmi menutup seluruh rangkaian Praktik Belajar Lapangan (PBL) III di Kelurahan Galung, Kecamatan Liliriaja, Kabupaten Soppeng. Mereka menandai akhir masa bakti tersebut dengan menggelar Seminar Akhir dan Pemaparan Hasil Intervensi pada Senin (6/7/2026).
Acara ini menjadi puncak dari proses panjang yang melelahkan. Sebelumnya, para mahasiswa telah mengawali program dengan identifikasi masalah pada PBL I, memetakan aset dan potensi warga pada PBL II, hingga akhirnya mengeksekusi aksi nyata pada PBL III. Selama proses berjalan, Dr. Nur Arifah, SKM., MA. bertindak langsung sebagai dosen supervisor lapangan.
Kolaborasi Multi-Ilmu untuk Solusi Kesehatan Warga
Ketujuh mahasiswa tersebut membawa keahlian dari latar belakang keilmuan yang berbeda. Mereka adalah Nur Annisa Arif (Epidemiologi), Marlina Ramba (Kesehatan Lingkungan), Shofura Azizah (Promosi Kesehatan), Reski Amaliah Putri dan Friska Novita Sari (K3), Andi Murni Juniarti Sejati Putri (AKK), serta Syarifatul Maulidah (Biostatistik). Keberagaman formasi ini terbukti menghasilkan pendekatan kesehatan masyarakat yang sangat utuh dan menyeluruh.
Dalam seminar tersebut, Andi Murni Juniarti Sejati Putri selaku Koordinator Posko memaparkan tujuh program intervensi yang telah berjalan sukses.
“Kami menyasar institusi pendidikan dan kader posyandu. Beberapa program unggulan kami meliputi edukasi bahaya rokok dan pemilahan sampah di SMP Negeri 1 Liliriaja, serta sosialisasi pencegahan HIV dan lomba poster di SMK Negeri 3 Soppeng yang menggandeng Puskesmas Cangadi,” jelas Murni.
Selain itu, tim mahasiswa juga memberdayakan para kader posyandu. Mereka memberikan edukasi intensif mengenai dampak buruk rokok bagi keluarga, literasi HIV, serta menggelar praktik langsung pembuatan kompos rumah tangga.
Mengurai Solusi Pengelolaan Sampah Sekolah
Selanjutnya, sesi diskusi berlangsung interaktif saat melibatkan tokoh masyarakat dan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK). Forum tersebut menyoroti masalah pengoptimalan mesin pencacah sampah di SMK Negeri 3 Soppeng yang selama ini belum berjalan maksimal. Melalui obrolan yang hangat ini, para peserta merumuskan solusi bersama demi menjaga keberlanjutan pengelolaan sampah di sekolah.
Perwakilan LPMK Kelurahan Galung menyampaikan apresiasi yang sangat tinggi atas dedikasi para mahasiswa. Walaupun kesibukan bertani membuat kehadiran warga terbatas, ia menilai forum ini sukses menjadi ruang diskusi yang produktif bagi masa depan kesehatan desa.
Apresiasi serupa datang dari seorang tokoh perempuan setempat, Muhajirah. Ia mengucapkan terima kasih atas bekal ilmu pengolahan sampah dan kesehatan yang mahasiswa bagikan kepada warga.
“Modal utama dalam hidup adalah sehat. Oleh karena itu, kami berharap ilmu dari mahasiswa FKM Unhas ini menjadi bekal berharga yang dapat masyarakat terapkan dalam kehidupan sehari-hari,” tutur Muhajirah.
Pada akhir acara, kelompok mahasiswa FKM Unhas berharap agar seluruh program intervensi ini meninggalkan dampak positif yang berkelanjutan. Dengan demikian, warga Kelurahan Galung dapat terus menumbuhkan perilaku hidup bersih dan sehat secara mandiri.
Comment