
BULUKUMBA, BERITA-SULSEL.COM – Akibat kemarau panjang, warga Dusun Bacari Desa Palambarae Kecamatan Gantarang, Kabupaten Bulukumba terpaksa menggunakan air sungai Bijawang untuk keperluan sehari hari.
Nirmawati (25), salah seorang warga saat memberikan komentar kepada berita-sulsel.com, mengatakan, sudah lebih dari dua bulan dirinya dan warga lain terpaksa menggunakan air sungai Bijawang buat keperluan memasak, mencuci, mandi dan lainnya.
“Kami terpaksa menggunakan air sungai untuk keperluan sehari-hari, tidak ada cara lain, pemerintah juga tidak peduli dengan penderitaan kami, sudah 7 bulan kita dilanda kekeringan, namun bantuan air bersih hanya 2 kali, itu pun hanya orang-orang tertentu yang diberikan” ungkap Nirmawati, Rabu (2/12/2105).
Bukan hanya itu, lanjut Nirma, banyak warga dari desa lain yang juga ambil air dari sungai ini. “Untuk itu, kami berharap agar pemerintah Bulukumba dalam hal ini dinas yang berwenang menanggulangi bencana kekeringan agar memperhatikan nasib kami,” jelasnya.
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Arkim Amir yang dikonfirmasi via telepon selulernya membenarkan hal itu. “Untuk sementara ini kita fokus di tiga desa yang terkena bencana puting beliung dulu, Insya Allah kita akan mengupayakan semaksimal mungkin semuanya,” ujarnya.
Dari pantauan berita-sulsel.com, setiap sore puluhan orang datang dari berbagai desa ke sungai Bijawang untuk mengambil air untuk keperluan sehari-hari, ada yang membawa jerigen, bahkan ada yang membawa tangki berukuran besar, tidak sedikit di antaranya menggunakan kesempatan ini untuk sekaligus mencuci mobil. (Heri).
Baca Juga
Pimpinan KSP Berkat Bulukumba Santuni Korban Angin Puting Beliung
Korban Angin Puting Beliung Butuh Bantuan Obat
Comment