Begini Kondisi 15 Korban Sandera dan Asusila Kelompok Bersenjata di Papua

BERITA-SULSEL.COM – Setelah mendapat perawatan intens di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Papua, di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Papua. Sebanyak 15 guru dan tenaga kesehatan yang menjadi korban penyanderaan dan asusila Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Distrik Mapenduma, Kabupaten Nduga mulai membaik.

Dilansir dari merdeka.com (30/10/18), Kabid Humas Polda Papua Kombes Polisi A.M Kamal menyebut, 15 pasien kondisi mulai membaik.

“Semua termasuk layanan VIP di RS. Kita fokus pada Trauma Healling untuk korban anak-anak,” jelasnya Kamal.

Kata dia, seorang anak yang menjadi korban kekerasan mengalami trauma berat jika melihat polisi berseragam dan keramaian.

“Anak yang menjadi korban trauma akibat saat kejadian ibunya diancam akan dibunuh dan juga warga kampung, jika dia melaporkan kejadian tersebut ke polisi,” paparnya.

Kata Kamal, hari pertama korban tidak mau melakukan interaksi. Setelah didampingi, hingga kini kondisinya sudah membaik.

“Untuk menghilangkan traumanya kita ajak menyanyi, berdoa dan menggambar. Media gambar bisa menceritakan visual dari alam bawah sadar mereka atau secara sadar, sehingga ini terus kita lakukan,” paparnya.

Kamal menyayangkan aksi tidak terpuji yang dilakukan KKB yang didpimpinan Egianus Kogoya. “Sekolah ini sudah cukup lama berdiri, para guru ini sudah mengabdi dan berhasil meloloskan generasi Papua dari sekolah ini, tindakan KKB ini sangat tidak terpuji,” katanya. (*)

sumber : ucnews.com


Comment