
BONE, BERITA-SULSEL.COM – Gerah dengan pemberitaan di media tentang penghinaan yang dilakukan Wadir Inul Vista, Leewanto, Direktur Inul Vista, Hendrik, undang sejumlah awak media untuk konferensi pers terkait pemberitaan tersebut, Kamis (22/11/17) siang, di Cafe The Zone.
Leewanto yang sebelumnya membantah mengeluarkan kata “anjing” saat didepan polisi, kini justru mengakui kata itu terlontar dari mulutnya tapi dengan dalih kata itu ditujukan pada dirinya sendiri.
Seperti diberitakan sebelumnya, Leewanto dilaporkan atas dugaan penghinaan terhadap para karyawan Inul Vista saat breafing, dengan mengatakan orang Bone bodoh, tidak bisa maju dan seperti gerobak yang selalu mau di dorong. Tak hanya itu, Leewanto juga mengeluarkan kata “anjing”, dan menggebrak meja didepan karyawan.
Salah seorang karyawan Inul Vista, Santia, mengaku tak terima dengan perkataan Leewanto hingga melaporkan hal tersebut ke pihak kepolisian bersama 4 rekannya. Santia yang sudah bekerja selama 2 tahun 3 bulan sebagai karyawan tetap Inul Vista juga mempertanyakan pemutusan kerja sepihak oleh manajemen Inul Vista padahal kontrak kerjanya belum berakhir.
“Awal kerja dulu saya dikontrak tiga bulan, kemudian enam bulan dan diperpanjang lagi satu tahun, tapi waktu Leewanto masuk, kontrak dipersingkat cuma enam bulan dan baru sekitar sebulan saya tandatangani, jadi belum habis kontrak tapi sudah disuruh berhenti” ungkap Santia.
Laporan yang masuk Rabu (21/11/17) kemarin, masih dalam penyelidikan pihak kepolisian. Salah seorang karyawan Inul Vista, Fitri, yang turut menjadi saksi pelaporan Leewanto, mengaku sempat dihubungi oleh Leewanto dan dibujuk untuk cabut laporan. Perkataan kasar Leewanto yang dipublikasikan melalui media juga turut menuai kecaman dari netizen. (eka)
Comment