DONGGALA, BERITA-SULSEL.COM – Sebanyak 853 peserta di Donggala, Sulawesi Selatan (30/8) antusias mengikuti rangkaian Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi secara virtual dengan pembahasan tema “Mari Berbahasa yang Benar dan Beretika di Ruang Digital”.
Kegiatan ini diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo. Kolaborasi ketiga lembaga ini dikhususkan pada penyelenggaraan Program Literasi Digital di wilayah Sulawesi.
Webinar kali ini dipandu oleh Mila Karmila sebagai moderator dengan menghadirkan empat narasumber, yaitu Public Speaker dan Founder Limited Games Reality Show, Candra Sentosa; dosen Universitas Al Azhar Indonesia dan aktivis Japelidi, Irwa R. Zarkasi; peneliti dan Presidium Jaringan Demokrasi Indonesia (JaDI) Sulawesi Selatan, Mardiana Rusli; serta Influencer dan Top 10 Puteri Indonesia 2019, Wa Ode Amelia Nadine. Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi menargetkan 57.550 orang peserta.
Acara dimulai dengan sambutan berupa video dari Presiden Republik Indonesia Joko Widodo yang menyalurkan semangat literasi digital untuk kemajuan bangsa. “Infrastruktur digital tidak berdiri sendiri. Jadi, saat jaringan internet sudah tersedia, harus diikuti dengan kesiapan-kesiapan pengguna internetnya agar manfaat positif internet dapat dioptimalkan untuk membuat masyarakat semakin cerdas dan produktif,” kata Presiden.
Materi pertama dibawakan oleh Candra Sentosa yang menyampaikan tema “Online Learning”. Menurut dia, kemampuan individu yang diperlukan di era digital, antara lain berkomunikasi secara profesional, cakap dalam pengoperasian gawai, dapat mempromosikan foto dan video melalui internet, serta mampu mengoptimalkan mesin pencari atau search engine optimization. “Dalam menggunakan media digital, bukan hanya persoalan kemampuan dan pengalaman, namun juga bertanggung jawab dengan etika yang baik dan tujuan yang positif,” ujarnya.
Selanjutnya, Irwa R. Zarkasi menyampaikan paparan berjudul “Hate Speech”. Ia mengatakan, hingga saat ini, ujaran kebencian atau hate speech merupakan kasus tertinggi yang dilaporkan ke Kepolisian RI, yakni 473 dari 937 pengaduan. Bentuk penghasutan, penghinaan, penistaan, serta pencemaran nama baik kerap terjadi karena lebih dipengaruhi isu-isu politik, ketidaksukaan akan kelompok tertentu, sudah menjadi kebiasaan, serta kurangnya pengetahuan akan fakta-fakta.
“Tidak semua ucapan negatif adalah ujaran kebencian, kita bisa tidak setuju atau mengkritik orang lain tanpa kebencian,” jelas dia.
Pemateri ketiga, Mardiana Rusli, memaparkan materi bertema “Kebebasan Berpendapat dan Berekspresi”. Menurut dia, kehadiran jejaring sosial dan aplikasi pesan daring telah mengubah gaya komunikasi dari yang semula individu dan terbatas menjadi bersifat publik. Ini merupakan tantangan dalam budaya digital karena mulai menipisnya pemahaman wawasan kebangsaan, maupun nilai kesopanan dan kesantunan.
“Kebebasan berekspresi yang kebablasan, hingga berkurangnya toleransi, dan hilangnya batas-batas privasi,” tuturnya.
Adapun Wa Ode Amelia Nadine, sebagai narasumber terakhir, menyampaikan paparan berjudul “Dunia Maya dan Rekam Jejak Digital”. Ia mengatakan, beberapa hal yang perlu dilakukan untuk menjaga keamanan diri di internet, di antaranya mengelola jejak digital di media sosial, membangun reputasi daring secara positif, serta rutin mengganti kata sandi. Rekam jejak digital yang buruk dapat mengganggu seseorang dalam meraih prestasi, misalnya ditolak perusahaan lantaran punya rekam jejak negatif pada akun media sosialnya.
Setelah pemaparan materi oleh semua narasumber, moderator melanjutkan kegiatan dengan sesi tanya jawab yang disambut hangat oleh para peserta. Panitia memberikan uang elektronik senilai masing-masing Rp100.000 bagi 10 penanya terpilih. Webinar ini mendapat apresiasi dan dukungan dari banyak pihak karena menyajikan konten dan informasi yang baru, unik, dan mengedukasi para peserta.
Salah satu peserta, Relianton, bertanya tentang banyaknya anak-anak yang menggunakan kata-kata tak sopan di media sosial dan cara penanganannya. Irwa R. Zarkasi mengatakan, diperlukan literasi yang efektif kepada anak atau adik lewat pemberian contoh yang baik. Selain itu, perlu pendampingan dan pengawasan kepada anak saat ia menggunakan internet.
Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi akan diselenggarakan secara virtual mulai dari Mei 2021 hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan materi yang informatif yang disampaikan narasumber terpercaya. Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, informasi bisa diakses melalui https://www.siberkreasi.id/ dan akun sosial media @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi.
Comment