Boikot BNI, Ryan Latief Minta Buruh Tarik Dananya

MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM — Ketua DPD Serikat Buruh Kimia Energi Dan Pertambangan konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KEP. KSPSI), Ryan Latief mendesak BNI agar segera menyelesaikan kasus penggelapan dana nasabah.

“Jika hal ini tidak segera diindahkan, kami akan menginstruksikan seluruh anggota buruh yang penerimaan gaji dan tunjangan buruh serta deposito pensiunan buruh untuk boikot rekening BNI, dan segera melakukan nutasi rekening gaji ke bank lain,” ujar Ryan, Sabtu, 18 September 2021.

Wapres DPP LSM LIRA ini menjelaskan, persoalan sangat serius, ada kejahatan perampokan uang nasabah yang dilakukan oleh oknum pegawai perbankan.

“Kami meminta BNI dan Mentri BUMN Erik Tohir serta Mentri Keuangan Sri Mulyani untuk segera memecat Dirut Bank BNI. Disini terjadi kelalaian berupa penggelapan dana nasabah yang luar biasa di perbankan BNI,” katanya.

“Kami meminta Polri segera menuntaskan kasus ini agar masyarakt lain tidak menjadi korban baru. Kami tidak main-main, Anda bisa bayangkan berapa juta nasabah rekan buruh di Indonesia?,” kata Ryan Latief.

Saat ini pihaknya telah berkoordinasi dengan Ketua DPD Konfederasi SPSI.

“Kami berharap kenyamanan dan keamanan uang nasabah terutama anggota kami yang menabung di BNI, kalau sekelas pak Idris Manggabarani saja mereka bisa lalu seperti ini bagaimana kalau masyarakat kecil. Jadi ini peringatan kami dari serikat buruh kepada BNI agar menyelesaikan kasus ini dan melakukan permohonan naaf secara terbuka kepada seluruh masyarakat Indonesia,” ungkapnya.

Diketahui, pengusaha di Makassar, Andi Idris Manggabarani, kehilangan uang senilai Rp 45 miliar di salah satu bank plat merah Cabang Makassar.

Atas kasus itu, Andi Idris Manggabarani melaporkan kasus tersebut ke Polda Sulsel terkait hilangnya dana miliknya di rekening.

Idris Manggabarani melalui kuasa hukumnya, Syamsul Kamar menyebut bank milik pemerintah itu telah menggelapkan uangnya.

“Sebelum ditangani pihak kepolisian, klien kami telah meminta penjelasan dan konfirmasi pihak bank terkait hilangnya dana tersebut, tetapi pihak bank (cabang Makassar) tidak bisa menjelaskan kemana aliran dana tersebut,” kata Syamsul, Kamis (9/9/2021).


Comment