RS Khusus Otak dan Jantung Hadir di Makassar, Layani Pasien BPJS

Direktur Utama PT Pertamina Bina Medika IHC, Dr dr Fathema DJan Rachmat

Direktur Utama PT Pertamina Bina Medika IHC, Dr dr Fathema DJan Rachmat

MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM – Rumah Sakit Khusus (RSK) Otak dan Jantung Royal Biringkanaya hadir di Kota Makassar. Rumah sakit merupakan cabang dari RS Pertamina Bina Medika, anak perusahaan Pertamina yang bergerak di bidang pelayanan kesehatan.

Direktur Utama PT Pertamina Bina Medika IHC, Dr dr Fathema DJan Rachmat mengatakan, saat ini pihak telah membangun RS yang sama di Papua dan Makassar. Hal yang sam juga akan dibangun di Pulau Bali.

Sesuai dengan namanya, Otak dan Jantung Royal Biringkanaya, jelas dr Fathema, Biringkanaya berarti keputusan akhir. Sedang
Royal berarti keimanan tertinggi. Sehingga, kebedaraannnya RS ini didasar keimanan yang tinggi dan keputusan akhir untuk menghadirkan layanan kesehatan untuk masyarakat Indonesia Timur, khususnya di Sulsel.

“RSK ini akan melayani semua lapisan masyarakat dari berbagi daerah di Indonesia, khususnya di Sulsel. Jika ada yang sakit, tak usah lagi jauh-jauh ke Jakarta. Sebab, alat atau fasilitas RSK ini lengkap. Teknologi yang digunakan sudah sangat canggih,” ujar dr Fathema saat memberikan sambutan Topping of Ceremony pembangunan Rumah Sakit Khusus Otak dan Jantung Royal Biringkanaya, Makassar, Jumat, 1 Oktober 2021.

Ia juga berharap pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dan Pemkot Makassar memberikan dukungan agar akses, khususnya fasilitas jalan agar masyarakat bisa dengan mudah mendapatkan layanan dari kami,” harapnya.

Kata dr Fathema, sebelum penerimaan layanan kesehatan dimulai, pihaknya juga akan bekerjasama dengan BPJS Kesehatan. Sehingga, semua masyarakat bisa mengakses layanan kesehatan disini.

“Insya Allah, RSK Otak dan Jantung akan beroperasi Februari 2022 tahun depan. Semua tenaga medisnya sudah siap,” jelasnya.

Hal terpenting, jelas dr Fathema, sistem layanan harus baik. Semua masyarakat bisa mengakses kayanan kesehatan disini.

Sekretris Kementrian BUMN, Susyanto mengatakan, hadirnya RSK Otak dan Jantung Royal Biringkanaya atas permintaan menteri BUMN.

“Pak mentri menginginkan rumah sakit khusus jantung dan otak dibangun dibagian timur Indonesia. Disini belum ada,” ujarnya.

Kata Susyanto, selain kanker, penyakit yang paling banyak banyak adalah jantung dan otak. “Kita tahu bersama, budaya dan kuliner kita sangat beragam. Banyak berbahan dasar daging dan santan. Sehingga, usia yang sudah tua-tua tak bisa lagi banyak mengkonsumsi itu,” paparnya.

Susyanto berharap, Pemda Provinsi Sulsel dan Pemkot Makassar mendukung hadirnya RSK Otak dan Jantung Royal Biringkanaya.

“BUMN itu punya dua fungsi, selain untuk bisnis dengan mendapatkan keuntungan. Tujuannya untuk pembangunan,” ujarnya.

“Saya berharap ada perhatian pemerintah daerah untuk melakukan perbaikan akses jalan. Adanya RSK Otak dan Jantung Royal Biringkanaya ini, pasti akan memberikan keuntungan bagi masyarakat,” tambahnya.

Hal terpenting, jelas Susyanto, lokasi RSK Otak dan Jantung Royal Biringkanaya cukup strategis. Dekat dengan bandara. Semua orang dari berbagai dearah akan mudah mengakses RSK ini.

RS Kedua di Indonesia Timur

PT Nindya Karya (Persero) Divisi Gedung laksanakan melakukan topping off proyek Rumah Sakit Khusus Otak dan Jantung (RSKOJ) Royal Biringkanaya milik PT Pertamina Bina Medika IHC salah satu anak perusahaan PT Pertamina (Persero) yang bergerak di bidang kesehatan, Jumat (1/10/2021).

Proyek RSKOJ yang terletak di Jalan Pajaiang, Biringkanaya, Kota Makassar ini berdiri di area seluas 5.705 meter persegi dengan luas bangunan 11.389 meter persegi. Bangunan utama sebanyak lima lantai dan satu bangunan pendukung.

Rumah Sakit Khusus Khusus Otak dan Jantung Royal Biringkanaya nantinya akan menjadi RSK kedua di Indonesia yang dapat dimanfaatkan tidak hanya bagi masyarakat di Indonesia Timur, khususnya di Sulawesi Selatan.

Rumah sakit ini memiliki beragam fasilitas terpadu dengan kapasitas yang memadai diantaranya fasilitas Instalasi Gawat Darurat, Fasilitas Isolasi, Cathlab Neuro, Jantung dan Hemodialisa, fasilitas rawat inap, ICU, NICU dan Kamar Operasi dengan kapasitas keseluruhan fasilitas sebanyak 107 bed serta fasilitas lainnya.

Kegiatan ini dihadiri manajemen dari PT Nindya Karya (Persero), Direktur Pemasaran dan Pengembangan Moeharmein Zein Chaniago dan Direktur Keuangan dan SDM Sri Haryanto. Mewakili PT Pertamina Bina Medika IHC disaksikan oleh Direktur Utama Fathema Djan Rachmat, Direktur Operasional Mira Dyah Wahyuni serta turut dihadiri Sekretaris Menteri Badan Usaha Milik Negara Susyanto dan perwakilan dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, Pemerintah Kota Makassar berikut jajaran muspida dan muspika setempat.

Prosesi topping off ini menunjukan komitmen Nindya dalam memberikan kinerja ekselen di mana Nindya berhasil melaksanakan topping off di minggu ketiga september lebih cepat dari rencana di minggu ke dua oktober.(*)


Comment