BONE, BERITA-SULSEL.COM– Anggota DPRD Provinsi, Andi Irwandi Natsir, yang juga alumni SPP/SUPM Bone, angkatan VIII, kini menjadi tumpuan harapan alumni yang menolak penutupan sekolah yang terletak di Jalan Sungai Musi, Waetuo, Kecamatan Tanete Riattang Timur tersebut.
Januari lalu, legislator PAN ini telah melakukan aksi unjuk rasa menolak penutupan SUPM Bone bersama alumni lain yang tergabung dalam Aliansi Pejuang Almamater SPP/SUPM Bone. Belum membuahkan hasil, Irwandi pun mengancam akan melaporkan Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) RI, Sakti Wahyu Trenggono, kepada Presiden Indonesia, Joko Widodo.
“Upaya penutupan kampus SPP negeri Bone oleh Kementerian Perikanan hanyalah sifat ego belaka tanpa memikirkan kebutuhan daerah. Mestinya Kementerian Perikanan menyerahkan pengelolaan kampus tersebut kepada Pemprov sebagaimana diamanatkan dalam UU 23/2014 soal pembagian kewenangan pengelolaan sekolah menengah. Demikian halnya Kementerian Perikanan tidak memperdulikan apa yang menjadi visi Jokowi hanya karena aset yang di miliki oleh kampus SUPM Bone sehingga mengalihkan pengelolaannya ke politehnik, padahal alangkah lebih baik politehnik tetap hadir menjawab kebutuhan masyarakat demikian juga luaran SUPM sebagai sekolah vokasi”, tutur Irwandi.
Sebelum mengambil langkah lebih jauh, Irwandi berharap Bupati Bone, Andi Baso Fahsar Padjalangi, memberikan dukungan agar SPP/SUPM Bone tidak ditutup. Dukungan penolakan yang sama juga diharapkan dari Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaeman, serta Ketua DPRD Provinsi, Andi Ina Kartika Sari.
“Harapan kami kalau hal ini tidak di respon dengan baik oleh stake holder terkait, maka tentu kami akan melakukan upaya hukum bahkan sampai melaporkan pak menteri kepada presiden”, tegas Irwandi. (eka)
Comment