KEPULAUAN SELAYAR, BERITA-SULSEL.COM – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Makassar terus memperkuat komitmennya untuk melindungi kesehatan masyarakat. Oleh karena itu, mereka melaksanakan aksi Pengawasan Terpadu Obat dan Makanan di Kabupaten Kepulauan Selayar pada Minggu (28/6/2026).
Kepala BBPOM di Makassar, Yosef Dwi Irwan, menjelaskan bahwa kegiatan ini mengimplementasikan arahan langsung dari Kepala Badan POM RI, Prof. dr. Taruna Ikrar, M.Biomed., Ph.D. Melalui instruksi tersebut, Kepala Badan POM RI meminta seluruh jajaran agar senantiasa hadir lebih dekat dengan masyarakat. Selain memberikan perlindungan nyata, BPOM juga berkomitmen penuh untuk mendukung pertumbuhan ekonomi daerah melalui kemudahan layanan perizinan bagi para pelaku usaha.
“BPOM tidak hanya hadir sebagai pengawas, tetapi kami juga memposisikan diri sebagai mitra strategis masyarakat dan pelaku usaha. Kami ingin memastikan masyarakat Selayar terhindar dari Obat dan Makanan yang tidak memenuhi syarat keamanan. Di sisi lain, kami aktif mendorong UMKM agar mampu naik kelas dan semakin berdaya saing,” ujar Yosef.
Mantappol Sulsel: Mengawal Dari Hulu Hingga Hilir
Untuk mencapai target tersebut, BBPOM di Makassar menerapkan pendekatan komprehensif lewat program inovasi Mantappol Sulsel (Pengawasan dan Pelayanan Obat dan Makanan Menjangkau Kota hingga Pelosok Sulawesi Selatan). Dalam program terintegrasi ini, petugas memeriksa berbagai sarana penting secara serentak.
Tim pengawas menginspeksi sarana produksi pangan serta fasilitas pelayanan kefarmasian seperti rumah sakit, apotek, dan klinik. Tidak hanya itu, petugas juga menyisir sarana distribusi pangan olahan, obat bahan alam, suplemen kesehatan, hingga kosmetik.
Menariknya, BBPOM di Makassar memadukan inspeksi lapangan ini dengan pemberdayaan masyarakat. Mereka mengedukasi konsumen, meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan, serta memberikan pendampingan intensif bagi pelaku Usaha Mikro dan Kecil (UMK). Melalui model pelayanan terpadu ini, warga Selayar bisa langsung mengakses layanan BPOM tanpa hambatan jarak.
Memperkuat Sinergi dan Mendukung Program GEMERLAP
Saat menggelar audiensi bersama Wakil Bupati Kepulauan Selayar, Drs. H. Muhtar, M.M., Yosef menyampaikan apresiasi mendalam atas dukungan penuh Pemerintah Kabupaten. Menurut Yosef, peran Kepala Daerah sangat krusial karena isu keamanan pangan berkaitan erat dengan ketahanan nasional, kualitas SDM, dan daya saing daerah.
“Kolaborasi bersama Pemda adalah kunci utama. Melalui sinergi yang kuat, kita bisa mewujudkan masyarakat yang sehat sekaligus mencetak SDM yang unggul dan produktif,” jelas Yosef.
Wakil Bupati Kepulauan Selayar, H. Muhtar, menyambut hangat kehadiran tim BBPOM di Makassar. Beliau menilai aksi nyata ini sangat membantu daerah dalam melindungi konsumen sekaligus menggerakkan ekonomi warga. Pada kesempatan itu, Muhtar memaparkan bahwa Selayar memiliki potensi besar pada sektor perikanan dan perkebunan, terutama komoditas kelapa dan kenari.
“Kami memiliki program strategis daerah bernama GEMERLAP (Gerakan Menanam Lima Juta Kelapa). Program ini menjadi fondasi hilirisasi berbasis kelapa untuk menciptakan nilai tambah ekonomi,” ungkap Muhtar.
Merespons potensi tersebut, Yosef menegaskan bahwa BBPOM di Makassar siap menyukseskan Program GEMERLAP. Kelapa raksasa Selayar bisa menjadi produk premium seperti minyak kelapa, santan instan, Virgin Coconut Oil (VCO), hingga nata de coco.
“Kami akan mengawal dan mendampingi pelaku usaha secara langsung. Kami pastikan mereka memenuhi standar Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB) hingga mengantongi izin edar resmi BPOM,” tegas Yosef.
Edukasi Massal di Hari Keamanan Pangan Sedunia
Aksi pengawasan kali ini juga bertepatan dengan momentum World Food Safety Day (Hari Keamanan Pangan Sedunia) 2026. Perayaan tahun ini mengusung tema “Dari Beban Menjadi Solusi – Pangan Aman Dimanapun Berada”.
Untuk menyemarakkan peringatan tersebut, BBPOM di Makassar bersama Pemkab Selayar menggelar kegiatan interaktif pada momen Car Free Night (CFN) dan Car Free Day (CD). Pada acara ini, petugas menyediakan layanan uji cepat (rapid test) gratis untuk mendeteksi bahan berbahaya seperti formalin, boraks, rhodamin B, metanil yellow, hingga kandungan merkuri pada kosmetik.
Selain itu, pihak BBPOM mengedukasi warga mengenai pentingnya prinsip Cek KLIK (Kemasan, Label, Izin Edar, Kedaluwarsa) dan pemanfaatan aplikasi BPOM Mobile. Guna menjaga kelestarian lingkungan, BBPOM juga menyediakan drop-box khusus dalam program “Ayo Buang Sampah Obat dengan Benar” agar obat kedaluwarsa tidak disalahgunakan atau mencemari alam.
Inovasi STARLING dan Apresiasi Desa Wisata Aman
Guna memangkas birokrasi, BBPOM menghadirkan layanan keliling STARLING (Sertifikasi dan Informasi Keliling). Melalui STARLING, pelaku UMK Selayar dapat berkonsultasi gratis mengenai tata cara pendaftaran akun dan sertifikasi.
“Kami memanjakan UMKM dengan insentif khusus, seperti tarif PNBP pendaftaran produk nol rupiah serta fasilitas pengujian gratis. Kami ingin produk lokal Selayar bisa menembus pasar nasional hingga pasar global,” tambah Yosef.
Di sela-sela kemeriahan Car Free Day, BBPOM di Makassar juga menyerahkan Sertifikat Desa Pangan Aman kepada Desa Bontosunggu. Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi tertinggi karena desa tersebut berhasil meraih predikat peringkat 5 terbaik Desa Pangan Aman di tingkat Nasional.
Melantik Saka POM Sebagai Agen Perubahan
Sebagai langkah jangka panjang, BBPOM di Makassar mengukuhkan 50 anggota SAKA POM Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kabupaten Kepulauan Selayar. Yosef berharap anggota Pramuka yang baru dilantik ini mampu menjadi pelopor dan perpanjangan tangan BPOM dalam mengedukasi keluarga, sekolah, serta lingkungan terdekat mereka.
Melalui rangkaian Pengawasan Terpadu yang menyentuh sektor hulu hingga hilir ini, BBPOM di Makassar membuktikan bahwa negara hadir di wilayah kepulauan. Sinergi yang kuat ini menjadi modal penting untuk membentuk ekosistem perlindungan konsumen yang berkelanjutan demi menyongsong Indonesia Emas 2045.
Comment