IDI Lutra Kawal Thahar Rum-Rahmat Laguni Periksa Kesehatan di Makassar

MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM – Pemeriksaan kesehatan para bakal calon kepala daerah mulai berlangsung. Begitu juga untuk Kabupaten Luwu Utara. Pemeriksaan kesehatan ini berlangsung di Private Care Center (PCC) RSUP Wahidin Sudirohusodo, Jalan Perintis Kesehatan, Makassar.

Pemeriksaan kesehatan, KPU menggandeng instansi Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Sulsel dan BNN Sulsel. Khusus Luwu Utara, pemeriksaan berlangsung, Rabu hingga Kamis, (9-10/9/2020).

Hari pertama pemeriksaan, sesuai jadwal yang dikeluarkan otoritas pemeriksa kesehatan, kandidat menjalani pemeriksaan psikologi dan kejiwaan. Selain itu, pada malam hari, pemeriksaan dilanjutkan untuk narkotika. Juga sosialisasi tata cara pemeriksaan keseluruhan untuk keesokan harinya.

Pada pemeriksaan hari pertama, sesuai pantauan lapangan, pasangan bakal calon, Muhammad Thahar Rum-Rahmat Laguni mendapat pengawalan khusus dari Ketua IDI Luwu Utara, dr Haslinda A Hamzah. Selain itu, Thahar juga didampingi istrinya, Emmy Thahar mengikuti proses sosialisasi dan pemeriksaan kesehatan.

Berbeda dengan kandidat lainnya, tidak ada pendampingan dari keluarga maupun pengurus IDI setempat. Kandidat dari Luwu Timur, Muhammad Thoriq Husler dan pasangannya tidak didampingi pasangan maupun pengurus IDI kabupaten.

Demikian halnya pasangan Indah Putri Indriani-Suaib Mansyur. Ia tidak membawa keluarga dan pendamping dari IDI Kabupaten.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Luwu Utara, Syamsul Bachri yang dikonfirmasi menjelaskan, pihaknya tidak belum bisa menjelaskan masalah tersebut. Sebab, IDI salah satu organisasi profesi yang sifatnya independent.

“Saya sudah konfirmasi bu Haslinda A Hamzah. Katanya dia punya surat tugas dari dinas kesehatan Luwu Utara untuk mendampingi semu calon,” ujarnya.

Soal keterlibatan Ketua IDI Lutra secara politik, Syamsul mengaku belum bisa memberikan penjelasan.

“Saya tidak bisa memberikan penjelasan soal ini. Kita kembalikan ke IDI Sulsel,” ujarnya.

Humas IDI Kota Makassar, Dr Wachyudi Muchsin SH mengatakan, Ketua IDI, baik secara kelembagaan maupun secara pribadi tak boleh terlibat politik praktis di pemilihan kepala dearah.

“Ini soal etika. Baik secara kelembagaan maupun pribadi. Sebab, nama lembaga melekat pada pribadi ketua IDI. Sehingga, tidak etis dokter yang ada di IDI terlibat politik praktis,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua IDI Luwu Utara, dr Haslinda A Hamzah yang dikonfirmasi mengatakan, kehadiran dirinya di Private Care Center (PCC) RSUP Wahidin Sudirohusodo Makassar untuk mendampingi semua calon kepala daerah. Hal ini sama dilakukan dengan IDI dari daerah lain yang melaksanakan Pilkada.

“Kemarin, tiga daerah yang akan melaksanakan Pilkada yakni Luwu Timur, Selayar dan Luwu Utara. Semua Ketua IDI-nya hadir. Termasuk saya,” ujarnya.

“Saya hadir atas lembaga. Bukan pribadi. Sesuai dengan SK dari RS Wahidin,” tambahnya. (*)


Comment