MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa terus memperkuat komitmen nyata untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih. Langkah ini mewujud melalui Sosialisasi Anti Korupsi bertema “Membangun Kesadaran Integritas untuk Mewujudkan Organisasi yang Berdaya Cegah Korupsi”. Inspektorat Daerah Kabupaten Gowa menyelenggarakan kegiatan strategis ini di Hotel Horison Ultima Makassar, Selasa (30/6/2026).
Sekretaris Daerah Kabupaten Gowa, Andy Azis, menegaskan bahwa indikator keberhasilan pembangunan daerah tidak melulu berpatokan pada kemegahan infrastruktur semata. Selain itu, tingginya pertumbuhan ekonomi maupun kuantitas program pembangunan belum menjadi jaminan utama.
Menurut Andy Azis, kemajuan hakiki suatu daerah sangat bergantung pada kualitas tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, akuntabel, serta bebas dari praktik korupsi.
“Korupsi merupakan salah satu ancaman terbesar bagi pembangunan. Karena itu, hal yang paling utama adalah membangun fondasi moral dan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance). Korupsi adalah penyakit birokrasi yang paling merusak. Dampaknya tidak hanya merugikan keuangan daerah, tetapi juga merampas hak masyarakat untuk memperoleh pelayanan publik yang prima,” ujar Andy Azis saat membuka kegiatan tersebut.
Fokus Menutup Celah Rawan
Oleh karena itu, Pemkab Gowa menempatkan pencegahan sebagai strategi paling utama dalam memutus rantai rasuah. Langkah preventif ini dinilai jauh lebih efektif daripada melakukan penindakan setelah pelanggaran telanjur terjadi.
“Strategi utama Pemerintah Kabupaten Gowa adalah mendahulukan pencegahan korupsi. Mencegah jauh lebih baik daripada mengobati. Kita harus menutup rapat setiap celah rawan korupsi, terutama pada sektor-sektor yang bersentuhan langsung dengan masyarakat,” katanya secara tegas.
Andy Azis kemudian menjelaskan beberapa bidang sensitif yang memerlukan perhatian ekstra dalam upaya Pemkab Gowa pencegahan korupsi. Bidang-bidang tersebut meliputi sektor pelayanan perizinan, pengelolaan dana desa, hingga penyaluran bantuan sosial kepada masyarakat.
Selanjutnya, ia menambahkan bahwa perbaikan sistem pada sektor-sektor rawan tersebut harus berjalan beriringan dengan penguatan integritas di dalam sanubari setiap aparatur sipil negara (ASN). Dengan benteng integritas yang kokoh, organisasi pemerintahan dapat meningkatkan kepercayaan publik secara signifikan.
Tingkatkan Nilai Survei Penilaian Integritas (SPI)
Pada kesempatan yang sama, Inspektur Daerah Kabupaten Gowa, Syahrul Syahrir, menyampaikan laporan pelaksanaan kegiatan. Pihaknya menginisiasi sosialisasi ini sebagai ruang edukasi untuk menumbuhkan budaya kerja yang jujur, bertanggung jawab, serta bersih dari praktik Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN).
“Kami berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana peningkatan pengetahuan. Namun, sosialisasi ini juga mampu memperkuat komitmen dan budaya integritas dalam pelaksanaan tugas sehari-hari,” tutur Syahrul.
Lebih lanjut, Syahrul menguraikan bahwa agenda ini memiliki target penting untuk mendukung peningkatan kualitas tata kelola pemerintahan. Salah satu output yang ingin dicapai adalah peningkatan nilai Survei Penilaian Integritas (SPI) Kabupaten Gowa melalui peran aktif peserta sebagai agen perubahan.
Kegiatan ini menghadirkan komposisi peserta yang sangat beragam dan inklusif. Mulai dari unsur perangkat daerah, camat, lurah, anggota DPRD, pihak pengadilan, kejaksaan, hingga kepolisian. Selain unsur birokrasi dan hukum, panitia juga melibatkan jurnalis, lembaga swadaya masyarakat (LSM), tokoh pemuda, serta tokoh masyarakat.
Selama sosialisasi berjalan, para pemateri membekali peserta dengan berbagai dokumen panduan dan regulasi penting. Materi tersebut mencakup penguatan sistem pencegahan korupsi (UPG), kebijakan dan strategi nasional pencegahan korupsi, metode pembentukan budaya organisasi, hingga optimalisasi aplikasi pengaduan SP4N-LAPOR!.
Comment