PINRANG, BERITA-SULSEL.COM — Pemerintah Kabupaten Pinrang dan Pemerintah Kabupaten Majene resmi menjalin kolaborasi strategis dalam memperkuat ketahanan pangan daerah. Kedua pemerintah daerah menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) sebagai langkah nyata untuk mengendalikan inflasi dan mendongkrak kesejahteraan masyarakat di kedua wilayah.
Hubungan kerja sama ini membuktikan bahwa pemerintah daerah tidak harus berjalan sendiri dalam melaksanakan pembangunan. Sebaliknya, kolaborasi lintas daerah justru mampu saling menguatkan dengan cara mengoptimalkan potensi keunggulan masing-masing wilayah.
Bupati Majene, Andi Achmad Syukri Tammalele, menjelaskan bahwa kesamaan visi dalam menjaga stabilitas ekonomi masyarakat melatarbelakangi lahirnya kerja sama ini. Menurutnya, Kabupaten Majene memilih Kabupaten Pinrang sebagai mitra strategis karena Pinrang memiliki performa yang sangat impresif, baik pada sektor pertanian maupun tata kelola pemerintahan.
Selain unggul di sektor agraria, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) juga menilai Kabupaten Pinrang sebagai salah satu daerah dengan capaian pelayanan publik terbaik di Sulawesi Selatan.
“Oleh karena itu, selain membangun kerja sama, kami juga ingin belajar dan mengambil best practice dari Kabupaten Pinrang. Kami berharap keberhasilan di sini dapat menjadi referensi untuk meningkatkan pelayanan di Majene,” ujar Andi Achmad Syukri.
Pada kesempatan yang sama, Bupati Pinrang, H.A. Irwan Hamid, S.Sos., menyambut baik langkah taktis ini. Ia menilai penandatanganan MoU tersebut sebagai instrumen penting untuk membangun hubungan yang saling menguntungkan bagi kedua belah pihak.
Menurut Bupati Irwan, meskipun kedua daerah ini berada di bawah administrasi provinsi yang berbeda, faktor kedekatan geografis membuka peluang kemitraan yang sangat besar. Terlebih lagi, Kabupaten Pinrang selama ini memegang peran krusial sebagai salah satu daerah penyangga pangan nasional di Sulawesi Selatan.
“Harapan kami, kerja sama ini tidak hanya berhenti pada penandatanganan MoU, tetapi aparat di lapangan benar-benar mengimplementasikannya agar masyarakat merasakan manfaat langsung,” tegas Bupati Irwan.
Lebih lanjut, Bupati Irwan menambahkan bahwa penguatan ketahanan pangan tidak boleh hanya berfokus pada peningkatan angka produksi semata. Pemerintah juga harus menjamin kepastian ketersediaan bahan pangan, stabilitas harga pasar, keterbukaan peluang investasi, hingga peningkatan nilai tambah yang bermuara pada kesejahteraan petani.
Kemitraan strategis ini mencakup sejumlah ruang lingkup yang luas. Mulai dari pertukaran data sektor pertanian, kelancaran distribusi dan pemasaran hasil panen, pengembangan teknologi pertanian, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), hingga pembukaan kran investasi.
Melalui skema tersebut, kedua daerah memproyeksikan arus distribusi hasil pertanian akan berjalan lebih efisien dan serapan pasar bagi petani semakin luas. Selain itu, adopsi teknologi pertanian modern diharapkan dapat berkembang lebih cepat guna memacu pendapatan riil para petani.
Prosesi penandatanganan tersebut juga dihadiri oleh Wakil Bupati Pinrang Sudirman Bungi, Wakil Bupati Majene A. Ritamariani, Sekretaris Daerah Kabupaten Majene H. Ardiansyah, serta jajaran Kepala Perangkat Daerah terkait dari kedua wilayah.
Comment