
BONE, BERITA-SULSEL.COM – Kepedulian Ketua Apdesi Sulsel, Sri Rahayu Usmi terhadap para penyandang disabilitas terlihat jelas saat menghadiri acara lokakarya yang digelar oleh Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Bone, di Cafe Kusuka, Senin (13/3/17) sekitar pukul 13.30 wita.
Wanita yang akrab disapa Ayu ini mengaku sangat prihatin dengan masih banyaknya perlakuan diskriminatif yang diterima oleh para penyandang disabilitas baik dari segi pelayanan publik maupun perlakuan hukum.
Baca juga : Fahsar Minta Potensi Disabilitas di Bone Dikembangkan
“Bahwa kehadiran penyandang disabilitas itu perlu diberi ruang untuk bisa melakukan kegiatan positif keberbagai sektor pemerintahan sehingga efek psikologi yang negatif tidak muncul karena merasa terpinggirkan , olehnya di butuhkan agenda panjang yang sistematis serta terukur dan hadirnya ramperda adalah sebuah langkah maju, bijak dalam mewujudkan inklusi sosial di Bone” jelas Ayu.
Baca Juga :Gelar Kontes dan Karnaval, Dinas Peternakan Bone Kembali Target Masuk Rekor MURI
Terpisah, Ketua Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Bone, Andi Takdir, berharap agar semua SKPD yang hadir bisa paham seperti apa dan apa yang harus dilakukan agar tidak ada lagi bentuk diskriminasi yang dialami oleh para penyandang disabilitas. Khusus untuk Ketua Apdesi Sulsel, Andi Takdir berharap bisa instruksikan ke semua desa yg ada di kabupaten Bone agar melibatkan disabilitas dalam musrembang desa.
“Saya harap ketua Apdesi bisa instruksikan supaya nantinya melibatkan disabilitas dalam program pemberdayaan masyarakat karena selama ini baru desa Mallari dan Carigading yang melibatkan disabilitasnya serta mengalokasikan anggaran di APBDES dalam pemberdayaan massyarakat desa” pinta Andi Takdir.
Baca Juga : Kisah Perempuan “Penunggu” Lampu Merah Taman Arung Palakka Bone
Harapan para penyandang disabilitas tersebut, menurut Ayu, bukanlah hal yang mustahil untuk direalisasikan. Dengan adanya pembangunan fasilitas publik yang lebih ramah disabilitas dan dengan adanya perda akan memudahkan pelayanan bagi para penyandang disabilitas termasuk yang berdomisili di Pedesaan.
“Kalau pembangunan sudah inklusif pasti akan melibatkan disabilitas dalam pengembangan desa, artinya setiap kegiatan yang dilakukan di desa tentunya akan melibatkan disabilitas baik secara fisik maupun gagasan termasuk dalam penyelenggaraan musrembang” terang Ayu. (Eka)
Comment