Panjat Truk Pengangkut Gas Elpiji, Mahasiswa Palopo Tuntut Penghapusan Upah Murah

Panjat Truk Pengangkut Gas Elpiji, Mahasiswa Palopo Tuntut Penghapusan Upah Murah

PALOPO, BERITA-SULSEL.COM- Peringatan May Day, Senin (1/4/17), di Kota Palopo diwarnai aksi unjuk rasa oleh sebanyak kurang lebih Dua Puluh orang mahasiswa yang mengatasnamakan dirinya Aliansi Gerakan Nasional Pasal 33 (GNP 33) Kota Palopo.

GNP 33 mengelar aksi demonstrasi di depan Taman Makam Pahlawan, Jalan Dr Ratulangi, Kelurahan Salubulo, Kecamatan Wara Utara, Kota Palopo. Ditempat tersebut para demonstrasi mengelar orasi yang disaksikan oleh para pengendaran lalulintas yang sementara melintas.

Baca Juga : Hari Pertama Pelaksanaan UNBK di Palopo Bertepatan dengan Peringatan Hardiknas

Dalam orasinya, GNP 33 menyatakan kebijakan ekonomi pemerintahan Jokowi- Jusuf Kalla saat ini kian membuat industri nasional menghadapi situasi yang sulit dan kebijakan tersebut hanya membuat ivenstasi asing semakin kuat di dalam negeri.

“Maka dengan ini, kami menyatakan sikap, menuntut kontrak Outsourching dihapuskan, menuntut upah murah dihapuskan, menuntut agar sistem jaminan kesehatan nasional dihapuskan karena tidak sesuai dengan amanah UUD dan merupakan prakter liberalisasi sektor kesehatan, “ujar salah satu demonstran yang kala itu dipimpin oleh Mahasiswa IAIN Kota Palopo, Zainal.

Baca Juga : Kantor Pemkot Palopo Contoh Buruk Penyalagunaan Pedestrian

Selain mengangkat isu nasional, para demonstran kali ini juga menyoroti sistem ketenagakerjaan di Kota Palopo.

“Menuntut komitmen dan profesionalisme Dinas Tenaga Kerja Kota Palopo dalam menyelesaikan sengekta perburuhan di Palopo dan pengawasan terhadap upah minimun provinsi di perusahaan-perusahaan, “kata demonstran.

Baca Juga : Gembosi APBD Palopo, Perusda Zaro Snack Terancam Ditutup

Aksi demonstran yang dilakukan oleh GNP 33 Palopo sempat memacetkan arus lalulintas di jalur trans provinsi yang berada di depan Taman Makam Pahlawa Palopo, dikarenakan para demonstran sempat menahan satu unit truk pengangkut gas elpiji milik agen Pertamina untuk dijadikan panggung orasi dan diparkir di tengah badan jalan. Namun aksi tersebut tidak berlangsung lama dan kembali menormalkan arus lalulintas.(zadly)


Comment