
SOPPENG, BERITA-SULSEL.COM – Marwan S.Pd, salah satu tenaga pendidik di Sekolah Menegah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Soppeng dalam bidang tata busana.
Walau hanya sebagai guru, alumni Stikip Prima Sengkang Tahun 2003 – 2005 ini terus berusaha menciptakan suasana kondusif dalam proses pendidikan dengan tujuan menciptakan sumber daya manusia yang handal dibidangnya. Sehingga, alumni yang ditelorkan siap pakai di masyarakat.
Wanita kelahiran Soppeng ini terus berusaha menciptakan SDM yang handal, termasuk tenaga pengajar. Pasalnya, diera yang modern ini menuntut kualitas semakin baik. Untuk itu, dia berusaha mewujudkan kepada anak didiknya.
“Kreatifitas bukan hanya semata- mata milik orang genius, bukan pula bawaan sejak lahir. Kreatif bisa dipelajari dan dibangun melalui latihan-latihan. Dengan demikian, anak didik akan menjangkau layanan pendidikan yang berkualitas,” katanya
Menurutnya, sosok Ki Hadjar Dewantara, perannya sangat besar dalam merintis pendidikan sehingga tak heran jika disebut sebagai Bapak Pendidikan Nasional. Melalui pendidikan berkualitas yang merata akan mencerdaskan kehidupan bangsa.
“Pemikiran dan gagasan maupun terawang masa depan beliau tetap relevan, hingga menjadi acuan bagi pembangunan pendidikan nasional, hal inilah coba saya terapkan kepada anak didik saya,” ujarnya.
Saat ini, kata Marwan, dirinya berupaya agar karakter kembali menjadi pondasi dan ruh pendidikan. Pembentukan karakter harus dimulai dan pada jenjang pendidikan dasar (basic education).
“Jenjang pendidikan lebih lanjut harus kondusif bagi peserta didik untuk mengaktualisasikan potensi dirinya semaksimal mungkin dengan bantuan tenaga pendidiknya,” paparnya.
Menurutnya, mereka yang daya kreatif tinggi, tentu memiliki ciri berbeda dengan sebagian besar orang. Jika dipandang sebelah mata, orang kreatif terkesan keras kepala, kritis, tidak mudah percaya, aneh, nyentrik, memiliki jalan pikiran yang bertentangan. Bahkan nekad, tetapi dibalik semua kesan tersebut sesungguhnya mereka sedang melakukan proses kreatifnya.
Kemandirian sendiri adalah sebuah proses, hal ini dapat berkembang dengan baik jika diberi kesempatan untuk berkembang melalui latihan terus-menerus.
“Hanya dengan karakter kuat dan kemampuan berdaya saing tinggi, peserta didik sanggup membawa Indonesia berdiri tegak di antara bangsa-bangsa lain dimasa mendatang,” jelasnya.
Penulis: Henrik
Data diri :
– Nama Hj. Marwan.S.Pd.
– TTL Soppeng 31 – 12 – 1967
– Agama Islam
– Suami : Drs.H.Pannaco MSi
– Anak 5 : 1. Rahmat Parawansa. 2. Anisah aa’h mafruh’ah, 3. Nurul Adimah. 4. Nur Afifah. 5. Achmad Fais.
PENDIDIKAN :
– SD 79 Enrekang Tahun 1875 – 1980
– sMP 3 Soppeng. Tahun 1980 – 1983
– SMA Soppeng. Tahun 1983 – 1986
– PPG Ikip Jakarta diploma Tahun 1989 – 1991
– Stikip Prima Sengkang Sajrjana Tahun 2003 – 2005
RIWAYAT KEPANGKATAN.
– CPNS di tetapkan menteri pendidikan dan kebudayaa Tahun 1993
– Pengatur,II/c di tetapkan kanwil provinsi sulsel tahun 1995
– Pengatur Tk I,II/d ditetapkan badan andmistrasi kepegawaian Negara. Tahun 1996
– Penata Muda Tk III/a ditetapkan badan admistrasi kepegawaian Negara Tahun 1998
– Penata muda Tk I.III/b ditetapkan badan admitrasi kepegawaian Negara Tahun 2000
– penata III/c ditetapkan Bupati Soppeng Tahun 2002
– Penata Tk I,III.d Tahun 2005
– Pembina Iv/a Tahun 2008
– pembina Tk I,IV/b tahun 2014.
TANDA JASA PENGHARGAAN.
-satya lancana 10 Tahun di peroleh dari presiden RI
-Satya lancana 20 Tahun di peroleh dari presiden RI
– guru Berprestasi 1 di peroleh dari Bupati Soppeng
– Guru berprestasi juara II di peroleh dari Gubernur sulsel.
-pendamping pameran di peroleh dari kemendikbud,direktorat, pembinaan Smk.
RiWAYAT DIKLAT FUNGSIONAL.
– Diklat assesoor sertifikasi kompetensi di PPPG Jakarta tahun 2005
– ministri of Nasional education di Jakarta tahun 2006
– sertifikat kompetensi Assesoor di Jakarta Tahun 2007
– sertifikat kompetensi di Jakarta tahun 2007
– sertificate of completion di sentul tahun 2007
– Diklat penyusun bahan ajar di Cimahi tahun 2010
– temu akbar Asessoor di jakarta tahun 2010
– Diklat keahlian pariwisata (busana angkatan 1/guru inti bagi guru smk di Jakarta tahun 2011
– pendidik dan pelatih instruk Nasional implementasi kurikulum 2013 di depok tahun 2015.
Comment