Ketua KIP Sebut Akademisi Belum Terkontaminasi Kepentingan Partai

Ketua KIP Sebut Akademisi Belum Terkontaminasi Kepentingan Partai
Ketua KIP Sebut Akademisi Belum Terkontaminasi Kepentingan Partai

MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM – Banyaknya figur akademisi yang ingin bertarung di pemilihan kepala daearh (Pilkada) 2018 mendatang, khususnya di Sulsel menyita pertahatian semua kalangan.

Bahkan, Ketua Komisi Informasi Publik (KIP) Sulsel Aswar Hasan juga ikut memberi komentar mengenai adanya akademisi yang ingin mewarnai pesta lima tahunan tersbeut.

Menurut Aswar, akademisi lebih komprehensip dalam melihat dan menawarkan solusi dalam pemerintahan. Sehingga, sangat layak untuk diperhitungkan jika masuk dalam bursa calon kepala daerah.

“Akamisi belum terkontaminasi dengan kepentingan partai polotik, sehingga bisa diajak kerja sama semua pihak. Bahkan, dengan disiplin ilmu yang dimilikinya bisa diterapkan ditengah masyarakat,” jelas Aswar, Senin, (10/10/2016)

Aswar menegaskan, akademisi adalah kaum terdidik yang sangat sulit melakukan kecurangan politik. “Jika mereka melakukannya, maka watak akademisinya hilang,” ungkapnya.

Hanya saja, menurut Aswar, akademisi yang bertarung di Pilkada selalu memiliki kendala dalam pencalonannya terutama dari segi finansial. Namun, hal tersebut bisa teratasi jika memiliki dukungan yang besar dari masyarakat.

“Tentu semua itu butuh biaya, nah terkadang masalah klasik inilah yang menjadi kendalanya. Namun, hal ini juga bisa diatasi juga akademisi memiliki jaringan dan simpatisan yang besar,”paparnya.

Sehingga, jelas Anwar, akademisi yang bertarung harus mampu meyakinkan rakyat untuk bersama melakukan perubahan serta membangun komunikasi dengan tokoh dan aktivis yang punya idealisme menjunjung kebenaran.

Aswar juga meyakini ada keinginan rakyat untuk memilih akademisi sebagai orang yamg punya pengetahuan dalam membenahi masalah pemerintahan untuk kebaikan rakyat.

“Tinggal akademisi yang ingin maju di Pilkada bisa meyakinkan rakyat untuk memberikan suaranya,” tutupnya. (ram)


Comment