
SOPPENG, BERITA-SULSEL.COM – Sejak peralihan kewenangan pengelolaan SMA/SMK dari kabupaten dan kota ke Provinsi Sulawesi Selatan. Guru di Kabupaten Soppeng mengeluh lambatnya pencairan dana sertifikasi.
“Pembayaran tunjangan serifikasi guru hingga saat ini belum juga terselesaikan. Kami sudah dijanji tanggal 5 Juni 2017 sudah terbayarkan. Namun, hingga saat ini belum juga dibayarkan. Sertifikasi ini sudah triwulan ke II,” ujar salah satu guru yang ada di Soppeng yang namanya minta tak dituliskan.
Kata dia, sertifikasi triwulan I Januari hingga Maret belum juga tercairkan dengan dalih peralihan rekening pembayaran beralih dari Bank Sulselbar ke BNI.
Kepala Bank Sulselbar Cabang Soppeng Hazjul mengakui belum mengetahui pasti apa kendala sehingga sertifikasi bagi guru lambat dicairkan. Ia hanya menyarankan mengkonfirmasi Bank Sulselbar Pusat.
Menurutnya, sistem penggajian guru SMA dan SMK dialihkan ke Provinsi. Sehingga, Bank Sulselbar pusat yang memiliki kewenangan memberikan informasi.
“Yang jelasnya, kami masih menunggu konfirmasi dari kantor pusat terkait hal tersebut,”ujarnya melalui pesan whatsApp, Kamis (22/6/2017).
Sebelumnya, kepala UPTD Dinas Pendidikan Provinsi wilayah Soppeng, Andi Asriani mengatakan hal sama, tak mengetahui keterlambatan sertifikasi tersebut. Ironisnya ia hanya menyarakan untuk menghubungi pengelolahnya secara langsung. (*)
Comment