Sedangkan bagi wanita, overtraining yang berlangsung kronis dapat berdampak serius pada kesehatan tulang. The National Institute of Arthritis and Musculoskeletal and Skin Diseases menyebutkan, olahraga berlebihan dapat menurunkan kadar hormon estrogen dan meningkatkan risiko osteoporosis.
Kadar estrogen yang rendah (terutama pada masa remaja dan usia produktif) dapat berdampak pada tingkat kepadatan tulang di usia tua. Gejala yang umum dijumpai ketika seseorang wanita mengalami overtraining adalah gangguan menstruasi atau haid tidak teratur.
Untuk mencegah risiko tersebut, Anda dapat menerapkan beberapa cara berikut ini:
- Jadwalkan hari istirahat. Dalam satu minggu, Anda harus meluangkan waktu untuk istirahat. Anda perlu menyediakan waktu paling tidak satu hari, agar tubuh dapat memulihkan diri. Atau, Anda bisa menerapkan pola selang-seling, yaitu melakukan olahraga satu hari, kemudian istirahat di hari berikutnya.
- Perhatikan durasi, frekuensi, dan intensitas olahraga. Kurangi durasi, frekuensi, dan intensitas olahraga, terutama jika Anda mengalami cedera.
- Konsultasi. Sebelum memulai olahraga baru, Anda sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter spesialis kedokteran olahraga.
- Ikuti panduan dari pelatih Anda. Jika masih tergolong pemula, Anda bisa menggunakan jasa pelatih khusus yang berkompeten di bidang olahraga. Ini dapat membantu Anda untuk mendapatkan porsi latihan yang tepat.
Olahraga memang baik untuk kesehatan tubuh. Namun bila dilakukan secara berlebihan, olahraga justru mendatangkan dampak buruk. Oleh karena itu, penting untuk menghindari olahraga berlebihan alias overtraining untuk tetap menjaga kesehatan Anda.
klikdokter.com
Comment