Pasca Libur, STIE Wira Bhakti Kembali Buka Pendaftaran Mahasiswa Baru

Dr Abdul Haris SE M.Si

MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM – Pasca liburan ramadan dan idul fitri, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Wira Bhakti Makassar kembali membuka pendaftaran mahasiswa baru tahun ajaran 2018/2019.

Wakil Ketua I Bidang Akademik STIE Wira Bhakti Makassar, Dr Abdul Haris SE MSi mengatakan, jumlah mahasiswa yang diterima pihaknya sangat terbatas.

“Tahun ini, jami hanya menerima 600 mahasiswa baru. Jumlah tersebut disesuaikan dengan rasio dosen dan ruangan serta fasilitas penunjangn lainnya,” ujarnya, Rabu 20 Juni 2018.

Kata Haris, dari kuota yang disiapkan akan dibagi dua jurusan, yakni Akuntansi dan Manajemen.

“Kedua program studi yang kami bisa telah terakreditasi dari BAN PT dengan nilai B,” ujarnya.

Dalam proses pendidikan, jelas Haris, pihaknya lebih mendorong dan mengutamakan pemenuhan kualitas dibanding kuantitas atau jumlah mahasiswa.

“70 persen mahasiswa kami sudah bekerja sebelum menyelesaikam studi. Setiap alumni terserap dunia kerja,” terangnya.

Siap Akreditasi Institusi

Abdul Haris menambahkan, saat ini STIE Wira Bahkti Makassar siap akreditasi institusi. Hal tersebut bertujuan memberikan jaminan kepada masyarakat, khususnya mahasiswa bahwa kampus in telah memenuhi standar mutu yang ditetapkan BAN-PT.

Kata dia, saat ini pihaknya telah menyusun Borang atau instrumen akreditasi berupa formulir berisi data dan informasi yang digunakan untuk mengevaluasi dan menilai mutu suatu program studi atau institusi STIE Wira Bhakti.

Kata dia, melalui akreditasi institusi, STIE Wira Bhakti Makassar mampu memberikan perlindungan bagi masyarakat dari penyelenggara perguruan tinggi yang tidak memenuhi standar.

“Disini kami terus mendorong STIE Wira Bhakti Makassar untuk terus menerus melakukan perbaikan dan mempertahankan mutu yang tinggi,” ujarnya.

Dosen mata kuliah Manajemen Operasional ini menjelaskan, hasil akreditasi institusi nantinya dapat dimanfaatkan sebagai dasar pertimbangan dalam transfer kredit perguruan tinggi, pemberian bantuan dan alokasi dana, serta pengakuan dari badan atau instansi lain.

“Intinya, akreditasi menjadi aset penting menetapkan posisi sebuah lembaga institusi perguruan tinggi atau program studi. Kompetensi pengelolan dengan institusi perguruan tinggi merupakan tolok ukur bagi lembaga untuk memastikan lulusan tersebut layak,” ujarnya.


Comment