Lagi, Sengketa Tanah Berujung Maut di Bone

BONE, BERITA-SULSEL.COM – Bukan hal baru jika kasus sengketa tanah berakhir cekcok bahkan berujung maut yang kerap melibatkan sesama keluarga.

Serupa dengan kasus sengketa tanah yang dimenangkan oleh Syahrir bin Kamba (49), petani asal Lingkungan Belli Kelurahan Tokaseng Kecamatan Tellu Siattingnge Kabupaten Bone, melalui hasil putusan Mahkamah Agung.

Meski pihak Pengadilan Negeri baru akan menyampaikan batas tanah yang dimenangkan, namun Syahrir sudah mendatangi lokasi lahan sengketa tersebut yang berada di Lingkungan Otting Desa Otting Kecamatan Tellu Siattingnge Kabupaten Bone, dengan maksud untuk dipagari bersama anak lelakinya, Wawan Saputra bin Syahrir (18), Jumat (15/2/19) sore.

Pihak lawan sengketa, Emmang bin Base (50), bersama adik perempuannya, Tamare bin Base (40) dan iparnya, Mappa bin Bera (60), mendatangi Syahrir dan anaknya serta melempari mereka dengan batu yang berlanjut cekcok antar kelimanya yang masih ada hubungan keluarga.

Tak puas melempari keduanya, Emmang kemudian memukul Syahrir dengan sepotong kayu namun dibantu oleh Wawan, anak Syahrir dengan memukul Emmang menggunakan linggis.

Kemarahan Emmang memuncak hingga mencabut badik miliknya, tapi belum sempat digunakan parang milik Wawan sudah lebih dulu menyayat lehernya. Melihat iparnya terkapar, Mappa mengayunkan parangnya ke tubuh Wawan namun berhasil ditangkis dengan tangan.

Selanjutnya, Wawan yang juga sudah kalap memukul Mappa dengan linggis lalu memarangi lehernya. Bahkan istri Mappa yang berusaha menolong suaminya juga ikut diparangi oleh Wawan sebelum akhirnya melarikan diri ke areal persawahan.

Kapolsek Tellu Siattingnge, Iptu Syarifuddin, mengatakan kalau kasus sengketa lahan ini sebenarnya sudah sering dimediasi oleh Babinsa dan Babhinkamtibmas, namun keduanya sulit didamaikan.

“Semua sama-sama ego, sebelum kejadian korban datang ke kantor camat dan sudah diminta untuk tinggal sementara disana. Nanti setelah putusan, baru tegang lagi.

Pihak pelaku mungkin merasa menang jadi niatnya pergi memagari itu lahan ditemani oknum wartawan dengan LSM, sebenarnya itu lahan tidak terlalu luas juga, lahan kosong” ungkap Syarifuddin.

Kini kedua pelaku sudah ditahan oleh pihak Polsek Tellu Siattingnge, dan kemungkinan dalam waktu dekat akan dititip di Lapas Bone. Kedua pelaku juga menderita luka akibat kejadian tragis pada Jumat sore tersebut.

“Kalau anaknya, Wawan sudah di tahan di Polsek, tapi kalau bapaknya dirawat dulu di Puskesmas depan Polsek karena lukanya agak berat” terang Syarifuddin. (eka)


Comment