GOWA, BERITA-SULSEL.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa melalui Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian (Diskominfo-SP) terus memperkuat sistem pengelolaan pengaduan masyarakat. Salah satu langkah nyatanya, Diskominfo-SP menggelar program peningkatan kapasitas bertajuk “Peningkatan Pemahaman dan Peran Sahabat LAPOR! dalam Mendukung Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik di Kabupaten Gowa Tahun 2026”. Kegiatan ini berlangsung secara virtual dari Peace Room Kantor Bupati Gowa pada Kamis (25/6).
Sekretaris Daerah Kabupaten Gowa, Andy Azis, menegaskan bahwa Sistem Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik Nasional–Layanan Aspirasi dan Pengaduan Online Rakyat (SP4N-LAPOR!) bukan sekadar aplikasi pengaduan biasa. Sebaliknya, sistem ini menjadi sarana utama untuk membangun komunikasi yang sehat dan transparan antara pemerintah dan masyarakat.
“Melalui pertemuan ini, kami berharap pemahaman para Sahabat SP4N-LAPOR! semakin meningkat, terutama dalam proses menangani dan menyelesaikan aduan masyarakat terkait implementasi layanan publik,” ujar Andy Azis di sela-sela kegiatan.
Gen Z dan Milenial Mendominasi Laporan
Selanjutnya, Andy membeberkan capaian positif sepanjang tahun 2025. Pihaknya mencatat sebanyak 125 laporan masuk dan Diskominfo Gowa langsung meneruskan laporan tersebut kepada perangkat daerah terkait. Hasilnya, seluruh instansi telah menuntaskan aduan-aduan tersebut. Fakta ini membuktikan bahwa partisipasi aktif warga Gowa dalam menyampaikan aspirasi melalui SP4N-LAPOR! terus menunjukkan tren kenaikan.
“Kesadaran masyarakat untuk menyampaikan aspirasi sudah semakin baik. Oleh karena itu, tantangan kita sekarang adalah memperluas jangkauan sosialisasi, meningkatkan kualitas laporan, serta memastikan petugas menyelesaikan setiap pengaduan hingga tuntas,” tambahnya.
Menariknya, data internal SP4N-LAPOR! menunjukkan dominasi generasi muda dalam memanfaatkan kanal ini. Kelompok usia 20-34 tahun menjadi pengguna terbanyak dengan proporsi mencapai 38 persen. Kemudian, menyusul kelompok usia di bawah 20 tahun sebesar 28 persen. Sementara untuk jalur akses, warga paling sering menggunakan kanal situs web resmi dan aplikasi Android untuk mengirimkan aduan mereka.
Menjadi Jembatan Informasi Pelayanan Publik
Pada kesempatan yang sama, Kepala Diskominfo-SP Kabupaten Gowa, Emy Pratiwi Luthfy, menjelaskan tujuan utama dari agenda ini. Menurutnya, Diskominfo Gowa ingin mempertajam pemahaman para peserta dalam mengelola aduan pelayanan publik. Di samping itu, program ini bertujuan mendorong peran aktif Sahabat LAPOR! sebagai mitra strategis pemerintah dalam mengedukasi warga.
“Kami ingin seluruh peserta memiliki pemahaman yang solid mengenai pengelolaan pengaduan pelayanan publik ini. Dengan demikian, masyarakat bisa lebih mudah menyampaikan aspirasi atau keluhan mereka kepada pemerintah,” kata Emy.
Emy menilai, penguatan kapasitas Sahabat LAPOR! memegang peranan yang sangat krusial. Pasalnya, mereka berfungsi sebagai jembatan hidup yang menghubungkan pemerintah dan masyarakat untuk menyebarluaskan informasi mengenai kanal pengaduan resmi.
“Pada akhirnya, melalui kolaborasi yang semakin kuat ini, kami optimistis proses penyelesaian pengaduan masyarakat di Kabupaten Gowa akan berjalan jauh lebih efektif, cepat, dan responsif,” pungkasnya.
Sebagai informasi, acara virtual tersebut turut menghadirkan para camat se-Kabupaten Gowa, pejabat penghubung pengelola SP4N-LAPOR!, serta seluruh Sahabat LAPOR! tingkat kecamatan. Selain pemaparan dari internal dinas, para peserta juga menerima pembekalan materi langsung dari Deputi Pelayanan Publik Kementerian PANRB.
Comment