MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM – Era Revolusi Industri 4.0 menuntut semua elemen untuk mendorong pemenuhan kualitas sumber daya manusianya.
Semua dituntut untuk bekerja secara terarah, terpadu dan terintegrasi. Namun, semua membutuhkan nilai-nilai kejuangan guna menghadapi permasalah bangsa.
Hal ini disampaikan Kadep Pewarisan Jiwa dan Semangat Nilai-nilai Juang (JSN) 45 DPP Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI), Mayor Jenderal (Mayjen) TNI (Purn) Dr Nono Sukarno saat memberikan kuliah umum “Transformasi Semangat Juang 1945 Pada Era Revolusi Industri 4.0”
Baca Juga : Ayo Kuliah di Universitas Karya Dharma Makassar
Kegiatan ini dilakukan di Kampus Universitas Karya Dharma, Jalan Bulo Gading, Kota Makassar, Rabu (28/3/2019. Kata dia, pemuda Indonesia, khususnya mahasiswa UKD Makassar harus memiliki jiwa dan semangat juang 45, artinya tak mudah menyerah.
Video Kuliah Umum
“Mahasiswa saatnya memiliki skil dengan landasan moral. Mahasiswa tidak bicara pertentangan saja, tapi juga membangun teamwork, open mind, open heart, open will dan bagaimana cara kita mensinergikan itu,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Wakil Dekan I Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UKD Makassar, Drs Abd Basith Rahman M Si. Menurutnya, menghadapi era revolusi industri 4.0, lembaga pendidikan harus menyajikan disiplin ilmu yang bisa digunakan mahasiswa di masa depan.
Baca Juga : UKD Makasaar Ikut Sulawesi Education and Techno Expo 2019
“Pelatihan harus massif dilaksanakan. Bahkan, perguruan tinggi juga ikut melakukan reformasi sistem pendidikan, seperti mengubah pola pikir mahasiswa,” ujarnya.
Kata dia, revolusi industri 4.0 dimulai dengan revolusi internet pada tahun 90-an yang dengan pesat berkembang, sehingga internet digunakan di segala bidang.
Baca Juga : Kuota Terbatas, UKD Makassar Terima 325 Mahasiswa Baru, Buruan Daftar
“Era ini ditandai dengan kemunculan superkomputer, robot pintar, kendaraan tanpa pengemudi, editing genetik dan perkembangan neuroteknologi yang memungkinkan manusia untuk lebih mengoptimalkan fungsi otak,” paparnya. (*)
Comment