MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM – Menristek Dikti Mohamad Nasir menyerahkanSK izin operasional pendirian Institut Teknologi dan Bisnis Kalla kepada Ketua Yayasan Hadji Kalla, Fatimah Kalla. Penyerahan ini dilakukan di rumah dinas Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla, Selasa 9 Juli 2019.
“Ada 4 program studi yang dibuka yaitu Kewirausahaan, Manajemen Retail, Bisnis Digital dan Sistem Informasi,” ujar Fatimah Kalla melalui pesan singkatnya.
Melalui proses yang cukup panjang, ungkap Fatimah, berawal dari izin dan restu JK sapaan akrab orang nomor dua Indonesia yang juga selaku Pembina Yayasan tanggal 10 November 2018. Dilanjutkan permohonan rekomendasi ke LLDikti Wilayah IX untuk bahan pengajuan ijin ke Kemenristek Dikti.
“Setelah melalui proses bimbingan teknis, open recruitment calon dosen dan site visit serta verifikasi berkas tim Dikti ke Makassar tanggal 2 Juli 2019, akhirnya Kemenristek Dikti memutuskan untuk memberikan izin pendirian,” terangnya.
Fatimah Kalla menambahkan, pengalaman Kalla Group 67 tahun di bisnis dan 35 tahun di sekolah akan dipadukan dalam perguruan tinggi. Sharing pengalaman dengan memberikan sentuhan wirausaha yang dilengkapi ilmu manajemen modern dan profeasional.
Kata dia, sebelum menyerahkan SK Menristek Dikti berpesan, Perguruan Tinggi harus menghasilkan lulusan yang dibutuhkan pasar. Perlu ada kampus yang memadukan akademik dan praktis.
Sementara itu, Jusuf Kalla menyampaikan alasan pendirian ITBKalla yang dilatarbelakangi banyak pengusaha pribumi di Makassar sejak tahun 1950-an. Namun, sangat sedikit yang bisa bertahan sampai tiga generasi seperti Kalla Group,” katanya.
Rahasia bisnis yang akan diajarkan di ITB Kalla ini sejalan dengan spirit kewirausahaan berbasis values dengan kombinasi nilai nilai agama dan kearifan lokal serta modernitas.
“Kurikulumnya disertai dengan pemanfaatan teknologi sehingga cepat dan solutif dalam bekerja,” jelas JK. (*)
Comment