MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM – Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Islam Makassar (UIM), Badruddin Kaddas MAg PhD menyikapi brosur yang dibuat salah satu Yayasan Pendidikan Cobig Indonesia (YPCI) terkait pendaftaran mahasiswa baru.
Menurut Badruddin, brosur yang dibuat YPCI adalah hoax. Pasalnya, pihak UIM tidak pernah melakukan kerjasama dengan pihak tersebut. Apa lagi dalam proses penerimaan mahasiswa baru.
“Dalam brosur tersebut ada tiga prodi di FKIP. Saya selaku dekan tidak pernah melakukan komunikasi dengan yayasan tersebut. Termasuk menjalin kerjasama dalam rangka penerimaan mahasiswa baru,” ujarnya, Senin, (24/5/2021).
“Sedang di UIM, penerimaan mahasiswa baru ada mekanismenya. Semua harus melalui panitia yang dibentuk pihak universitas tanpa melalui perantara dari luar,” tambahnya.
Kata dia, secara institusi tidak pernah ada kerjasama dengan yayasan lain soal pendaftaran dan penerimaan mahasiswa baru.
“Ini modus dari mereka untuk mengambil keuntungan. Pada intinya, kami menghimbau calon mahasiswa jika ingin melakukan pendaftaran harus melalui link yang telah disiapkan pihak kampus. Bisa juga secara offline dengan datang langsung ke kampus untuk melakukan pendaftaran,” tegasnya.
Hal senada disampaikan Rektor Universitas Islam Makassar (UIM), DR Ir A Majdah M Zain MSi. Kata dia, pihaknya tidak melakukan kerjasama dengan YPCI. Termasuk membuka program kuliah bersama.
“Tidak ada koordinasi dan informasi kerjasama antara UIM dan YPCI. Semua kerjasama pihak lain dengan UIM terkoordinasi melalui Wakil Rektor I dan Bidang Humas Kerjasama,” jelas Majdah.
Majdah menyampaikan, siapa pun oknum yang mengatasnamakan UIM untuk kerjasama atau melakukan MoU, mekanismenya harus melalui Kabag Humas dan Kerjasama. Setelah itu ke Wakil Rektor I yang membidani akademik, lalu ke rektor.
Majdah menegaskan akan menindaki siapa pun yang melakukan kerjasama tanpa melalui mekanisme. “Hal itu sama saja merusak nama UIM yang sudah susah payah dibangun,” tutupnya (*)
Comment