Dobel Suntikan Vaksin, Mahasiswi Akper Bone Sakit Hingga Berhenti Kuliah

BONE, BERITA-SULSEL.COM – Entah kelalaian siapa, mahasiswi Akper Bataritoja yang baru menjalani kuliah semester 1 ini, jatuh sakit setelah menerima dua kali suntikan vaksin di hari yang sama, 22 Desember 2021 lalu, di RS Yasin Bone.

Alyani Sri Ramdhani, remaja berusia 20 tahun ini memutuskan berhenti kuliah karena kondisi kesehatannya menurun usai vaksin. Alya mengalami demam tinggi disertai sakit kepala akut yang membuatnya sulit mengerjakan tugas kuliah.

Sebulan berlalu, Alya harus rela kehilangan berat badan hingga 5 kilogram dan terpaksa ketergantungan obat untuk meredakan sakit kepala yang masih dideritanya hingga kini. Nelly, ibunda Alya, mengaku sempat cek cok dengan petugas vaksin begitu tahu anaknya diberi 2 kali suntikan jenis Moderna.

“Memang saat itu amburadul karena ruangan sempit dan tidak ada keterangan mana petugas pertama, mana petugas kedua, siapa yang sudah vaksin dan siapa yang belum” terangnya.

Saat itu, kata Nelly, banyak orang antri vaksin, namun tidak ada petugas yang mengarahkan warga untuk keluar ruangan usai vaksin. Posisi antara petugas vaksin pertama dan petugas vaksin kedua pun berhadapan. Namun saat anaknya disuntik kedua kalinya, Nelly tidak memperhatikan karena sedang menerima vaksin dari petugas pertama.

“Saya pilih tempat vaksin disana karena saya pikir disiplin, rupanya kacau juga. Bahkan petugas terkesan tidak cermat saat beri vaksin, sambil menyuntik sibuk juga bercerita, akhirnya tidak diperhatikan siapa yang sudah di vaksin dan siapa yang belum” sesalnya.

Sakit kepala akut yang diderita putrinya, menurut Nelly memang sejak kecil, namun tidak separah sekarang. Setelah menjalani CT Scan di RS Sinjai, dokter menyampaikan sakit kepala yang diderita Alya adalah efek dari 2 vaksin sekaligus yang diterimanya.

Nelly berharap, pihak RS Yasin tidak lepas tanggungjawab karena ini sudah menyangkut masa depan putrinya. Sayangnya, untuk sekedar mengeluarkan surat keterangan sakit, pihak RS Yasin enggan, padahal itu untuk diserahkan ke pihak kampus.

“Sempat bapaknya pergi minta surat keterangan sakit di rumah sakit Yasin, supaya bisa dibawa ke kampus, tapi mereka tidak mau, katanya harus jalani pemeriksaan biasa dulu” kenangnya.

Sampai hari ini, Nelly memendam sendiri rasa kekhawatirannya atas kesehatan putrinya. Nelly bahkan harus mengurangi aktivitas di luar rumah demi menjaga putri semata wayangnya di rumah. Nelly berharap, kelalaian petugas ini tidak terjadi lagi, agar tidak ada korban berikutnya. (eka)


Comment