BONE, BERITA-SULSEL.COM – Bersama TNI dan Polri, Pemerintah Kabupaten Bone melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), gelar Lokakarya Penyusunan Rencana Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Bone 2022-2026, di ruang rapat BPKAD, Senin (24/10/22).
Kepala BPBD Bone, Andi Syahrul Samsu, menyampaikan Peraturan Bupati terkait perencanaan penanggulangan bencana di Bone telah memasuki fase diskusi dokumen (FGD), sehingga membutuhkan input lintas sektor agar tersinkronisasi dengan instansi terkait.
“BPBD Bone telah berkonsultasi dengan BNPB terkait rancangan Perbup Rencana Penanggulangan Bencana 2022-2026 dan saat ini pihak mitra OPD dan TNI-Polri dapat menginformasikan kegiatan penanggulangan bencana kepada BPBD agar dapat terintegrasi sebagai bagian dari perencanaan penanggulangan bencana di Kabupaten Bone”, beber Syahrul.
Syahrul menambahkan bahwa Perpres Nomor 87 Tahun 2020 tentang Rencana Induk Penanggulangan Bencana 2020-2044, merupakan landasan hukum penyusunan kebijakan RPB serta bersifat wajib bagi Daerah Kabupaten/Kota termasuk Kabupaten Bone.
Giat ini digelar secara tatap muka difasilitasi oleh Misriati Kadir Kabid Pencegahan-Kesiapsiagaan BPBD Bone dan diikuti kurang lebih 30 orang mewakili OPD, diantaranya Bappeda, Balitbangda, Perhubungan, Dinas Sosial,Kesehatan,RSUD, Ketahanan Pangan, Dinas Tata Ruang dan Pemukiman, Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Satpol PP, Ketahanan Pangan, Kominfo, Unsur Media, PDAM, Basarnas, TNI dan Polri.
Melalui lokakarya sehari ini, dicapai hasil diantaranya tersusunnya Issu Strategis dan Rancangan Program Penanggulangan Bencana Bone yang disepakati bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan TNI-Polri. Sebagai pemateri, Tenaga Ahli BPBD Sulsel, Leonardy, menyebut bahwa Dokumen Rencana Penanggulangan Bencana merupakan produk legacy kebencanaan.
“Ini produk legacy kebencanaan untuk meningkatkan pengarusutamaan penanggulangan bencana kedalam perencanaan dan penganggaran daerah, sehingga diharapkan standar pelayanan minimum dapat tercapai dalam sub urusan kebencanaan bagi masyarakat yang terdampak bencana”, terangnya. (eka)
Comment