JAKARTA, BERITA-SULSEL.COM – Jamaah haji Indonesia harus bersyukur dengan diberinya tambahan kuota oleh Pemerintah Arab Saudi. Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umroh Kementerian Agama (Kemenag) RI, Hilman Latief, menyampaikan bahwa Indonesia diberi jatah mencapai 221.000 orang.
“Kita bersyukur bahwa akhirnya Indonesia 2023 mendapat kuota sebanyak 221.000 orang. Terdiri dari 203.000 orang calon jamaah haji reguler, dan sisanya jamaah haji khusus” kata Hilmar, Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umroh Kementerian Agama (Kemenag) RI, melalui diskusi online yang digelar Forum Merdeka Barat 9 (FMB9), pada Senin, (27/2/23),
Hilman Latief menyampaikan pihaknya terus mendorong penyelenggaraan haji yang semakin terbuka, transparan dan akuntabel di masa yang akan datang.
“Kemenag selalu terbuka dengan berbagai pihak dalam merumuskan kebijakan terkait penyelenggaraan haji,” kata Hilmar.
Hal pertama adalah mengenai standar layanan. Menurutnya, kendati sudah ada, namun perlu ditingkatkan. Yang kedua adalah terkait standar pembiayaan. Menurutnya, hal ini penting untuk melihat proyeksi pembiayaan dan mutu layanan dapat dipantau.
“Karena saya kira, kita tidak bisa setiap tahun harus berdebat panjang di media untuk biaya haji per tahun. Ini yang kita saksikan selama ini, termasuk tahun ini. Tahun lalu saya ajukan 42 juta ramainya sama dengan saat ini. Saat ini saya mengajukan 69 juta,” bebernya.
Namun Hilman menegaskan bahwa selama rentang waktu dari 2019 ke 2023, terjadi inflasi dan kenaikan harga yang cukup signifikan di Arab Saudi. Maka dari itu, pihaknya berupaya merumuskan biaya-biaya yang akan dibebankan kepada jamaah maupun kepada nilai manfaat.
Dalam penyesuaian BPIH tahun ini, Hilman menjelaskan, yang paling menonjol adalah komponen biaya, terutama direct cost. Dari total BPIH sebesar Rp90 jutaan tersebut, direct cost menyerap dana paling besar mencapai Rp80 jutaan, sedangkan untuk biaya operasional dan layanan di luar negeri maupun dalam negeri hanya sekitar 1% – 2%, belum termasuk makan.
“Kami dengan DPR sudah melakukan efisiensi dan sisiran agar biaya bisa ditekan lagi, tapi turunnya hanya Rp200.000,” tambahnya.
Mitigasi kedua, lanjut Hilman adalah terkait jumlah jamaah lansia Indonesia tahun ini. Dia mengungkapkan, untuk musim haji 1440 Hijriah, atau 2023 tidak ada batasan usia. Artinya, jamaah yang tertunda pada tahun 2020 dan juga tertunda tahun 2022 karena batasan usia, akan diberangkatkan di tahun 2023.
“Kita akan memberangkatkan jamaah dengan usia di atas 65 tahun sekitar 65 ribu orang dan ini yang sedang kita mitigasi bagaimana penyelenggaraan haji untuk Indonesia dengan jamaah lansi yang begitu banyak,” tutupnya. (eka)
Comment