APBD Makassar Dipangkas Rp502 Miliar, DPRD Dorong PAD dan Efisiensi Belanja

Supratman

MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM – Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Makassar Tahun Anggaran 2026 dipastikan mengalami koreksi signifikan menyusul pemotongan dana transfer dari Pemerintah Pusat yang mencapai sekitar Rp502 miliar.

Menanggapi hal ini, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Makassar tengah mempercepat pembahasan anggaran, didampingi upaya keras untuk menggenjot Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebagai penutup defisit.

Kejar Batas Penetapan

Ketua DPRD Kota Makassar, Supratman, memastikan jadwal pembahasan Rancangan Peraturan Daerah APBD Pokok 2026 tidak terganggu. Meskipun Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin tengah melakukan perjalanan dinas ke Jepang, Supratman menegaskan batas waktu penetapan anggaran tetap dikejar.

“Batas ketok palu itu tetap 30 November. Setelah pembahasan, rancangan APBD kita serahkan dulu untuk review Inspektorat selama 5 sampai 10 hari. Setelah itu baru kembali masuk ke DPRD untuk finalisasi,” kata Supratman, (18/11).

Ia menambahkan, penetapan target dilakukan antara 29 atau 30 November.

PAD Kompensasi Defisit

Supratman menjelaskan bahwa koreksi APBD memang tidak terhindarkan. Namun, Pemerintah Kota diklaim berhasil menutup sebagian defisit melalui peningkatan PAD, terutama dari sektor pajak daerah.

“Dana transfer berkurang 500 miliar, tapi Pemerintah Kota menutupi 200 sampai 300 miliar dari amplifikasi PAD,” jelasnya.

Wakil Ketua DPRD Makassar, Andi Suharmika, menambahkan bahwa struktur APBD 2026 masih dalam penyesuaian. Ia menegaskan PAD dari sektor pajak dan retribusi menjadi tumpuan utama, serta menyoroti potensi pendapatan dari aset yang dipisahkan, terutama yang dikelola Perumda.

Jenis pajak yang diproyeksikan menjadi penyumbang tambahan pendapatan daerah terbesar tahun depan adalah opsen pajak kendaraan.

Efisiensi Belanja dan Prioritas Stadion

Untuk menyesuaikan kebutuhan fiskal pasca-pemotongan dana, DPRD menekankan perlunya efisiensi pada belanja perangkat daerah. Pos-pos belanja seperti perjalanan dinas, sosialisasi, pengadaan ATK, dan konsumsi rapat menjadi fokus utama penghematan.

“Belanja-belanja seperti perjalanan dinas, sosialisasi, ATK, makan-minum itu kita tekan. Ini agar visi-misi Bapak Wali Kota yang tertuang dalam RPJMD bisa tetap menjadi prioritas,” ujar Supratman.

Di tengah pengetatan anggaran, proyek pembangunan Stadion Makassar tetap mendapat ruang. Hasil rapat Badan Anggaran menunjukkan bahwa pembangunan akan dimulai dengan penimbunan dan pekerjaan tiang pancang pada tahun 2026 sebagai tahap awal program multiyears.

“TAPD menyampaikan pembangunan stadion memungkinkan dianggarkan. Tahun depan masuk penimbunan dan tiang pancang, finishing mungkin tahun 2027,” tutupnya.


Comment