Urai Kemacetan Trans-Sulawesi, Gubernur Sulsel Ground Breaking Duplikasi Jembatan Sungai Maros Rp51,6 Miliar

Urai Kemacetan Trans-Sulawesi, Gubernur Sulsel Ground Breaking Duplikasi Jembatan Sungai Maros Rp51,6 Miliar

MAROS, BERITA-SULSEL.COM – Akses transportasi utama yang menghubungkan Kota Makassar dengan wilayah utara Sulawesi Selatan akan segera menikmati kelancaran baru. Langkah strategis ini terwujud setelah Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman melakukan peletakan batu pertama atau ground breaking proyek duplikasi Jembatan Sungai Maros pada Juli 2026.

Pembangunan infrastruktur vital ini menelan anggaran fantastis yang mencapai Rp51,6 miliar melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Melalui ketersediaan jembatan baru yang berdampingan dengan jembatan lama ini, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan optimistis dapat mengurai simpul kemacetan parah yang kerap terjadi di poros Trans-Sulawesi tersebut.

Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman menjelaskan bahwa proyek ini menjadi jawaban nyata atas keluhan masyarakat mengenai kepadatan lalu lintas.  Pihak kontraktor harus bekerja secara profesional dan menyelesaikan proyek ini tepat waktu demi kepentingan publik.

“Kami memulai pembangunan duplikasi Jembatan Sungai Maros ini untuk memberikan kenyamanan bertransportasi bagi warga. Anggaran sebesar Rp51,6 miliar ini merupakan bentuk komitmen kami untuk mendongkrak perekonomian daerah melalui infrastruktur yang memadai,” tegas Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman.

Dukungan Penuh Pemkab Maros Terhadap Pembebasan Lahan

Selanjutnya, jalannya proyek prestisius ini juga mendapatkan respons positif dari pemerintah setempat. Bupati Maros menegaskan bahwa jajarannya siap mengawal ketat seluruh proses di lapangan, terutama yang berkaitan dengan penyelesaian pembebasan lahan di sekitar bantaran sungai.

Langkah proaktif dari Pemkab Maros ini tentunya bertujuan agar alat berat dan para pekerja dapat beroperasi tanpa hambatan sosial. Selain itu, kolaborasi erat antara provinsi dan kabupaten menjadi kunci utama agar target fungsional jembatan dapat tercapai sesuai rencana.

Dorong Pertumbuhan Ekonomi Kawasan

Menurut Andi Sudirman Sulaiman, keberadaan jembatan duplikasi ini tidak sekadar memperlancar arus kendaraan pribadi. Lebih dari itu, infrastruktur ini akan mempercepat arus distribusi logistik dan barang dari pusat kota ke berbagai kabupaten di wilayah Bosowasipilu (Bone, Soppeng, Wajo, Sinjai, Pinrang, Luwu).

Lancarnya jalur transportasi trans-Sulawesi secara otomatis akan memangkas biaya operasional kendaraan logistik. Pada akhir penjelasannya, Andi Sudirman Sulaiman meminta masyarakat sekitar untuk ikut mendukung proses konstruksi ini meskipun kemungkinan akan memicu sedikit kepadatan arus lalu lintas selama masa pembangunan berlangsung.


Comment