Tangani Masalah Kesehatan, Mahasiswa KKN Unhas Gagas 8 Program Unggulan di Polewali Sidrap

Tangani Masalah Kesehatan, Mahasiswa KKN Unhas Gagas 8 Program Unggulan di Polewali Sidrap

SIDRAP, BERITA-SULSEL.COM — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Profesi Kesehatan Angkatan 69 Universitas Hasanuddin (Unhas) bergerak cepat mengabdikan diri. Mereka memaparkan delapan program kerja (proker) berbasis permasalahan kesehatan dalam Seminar Program Kerja di Aula Kantor Desa Polewali, Kecamatan Tellu Limpoe, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Rabu (15/7/2026).

Kegiatan ini merupakan tahapan awal bagi mahasiswa untuk menguji hasil observasi lapangan. Melalui forum tersebut, mereka menyelaraskan identifikasi kebutuhan masyarakat dengan rencana aksi nyata selama masa pengabdian.

Pemerintah setempat menyambut hangat kehadiran para mahasiswa. Camat Tellu Limpoe, Kepala Desa Polewali beserta perangkatnya, Ketua dan anggota BPD, Kapolsek, tokoh masyarakat, serta warga desa memadati ruang seminar untuk memberikan dukungan.

Dalam sambutannya, Camat Tellu Limpoe mengapresiasi reputasi mahasiswa Unhas yang selalu mampu menjalin hubungan harmonis dengan warga. Ia menegaskan bahwa mahasiswa KKN bukan sekadar tamu, melainkan bagian dari keluarga besar Desa Polewali.

“Kami berharap mahasiswa memanfaatkan masa KKN ini untuk mengenal lebih dekat kondisi desa. Bangun sinergi yang kuat bersama pemerintah desa demi mendukung pembangunan masyarakat,” ujar Camat sebelum membuka seminar secara resmi.

Harapan serupa datang dari Koordinator Desa (Kordes) KKN Unhas. Ia optimistis kerja sama yang baik dengan pemerintah desa dan masyarakat akan melahirkan manfaat yang nyata.

Sementara itu, Dosen Supervisor KKN mengingatkan mahasiswa bahwa momentum ini merupakan kesempatan berharga untuk belajar langsung di tengah masyarakat. Oleh karena itu, seluruh rancangan program mengacu pada data riil di lapangan. Ia juga berpesan agar mahasiswa senantiasa menjaga etika almamater dan mengedepankan kolaborasi.

Di sisi lain, Kapolsek Tellu Limpoe mengingatkan pentingnya adaptasi budaya. Ia menjelaskan bahwa situasi kamtibmas di Desa Polewali relatif sangat kondusif. Mahasiswa sebaiknya cepat membaur dan menghormati adat istiadat setempat.

Pada sesi inti, tim mahasiswa mengupas tuntas delapan proker unggulan mereka. Program-program tersebut berfokus pada peningkatan kualitas hidup warga, antara lain layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG), edukasi kesehatan, serta berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat yang sesuai dengan potensi lokal.

Sesi diskusi pun berlangsung interaktif. Merespons paparan mahasiswa, Ketua BPD menyarankan agar tim KKN mengutamakan kualitas ketimbang kuantitas.

“Sebaiknya prioritaskan program yang memberikan manfaat langsung dan nyata bagi warga, daripada mengejar jumlah program yang banyak tetapi kurang efektif,” saran Ketua BPD.

Melalui seminar ini, tim KKN Unhas menampung seluruh masukan untuk menyempurnakan program kerja agar lebih tepat sasaran. Langkah taktis ini sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Khususnya Tujuan 3 mengenai Kehidupan Sehat dan Sejahtera, serta Tujuan 17 terkait Kemitraan global untuk Mencapai Tujuan.


Comment