MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM — Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Makassar menggelar kegiatan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) Obat dan Makanan pada Rabu (7/10/2026). Sebanyak 66 siswa kelas XI SMA Zion Makassar bersama 3 guru pendamping menghadiri acara yang berlangsung meriah di Aula Baji Minasa tersebut.
Saat membuka acara secara resmi, Kepala BBPOM di Makassar langsung memaparkan fungsi dan tugas utama BPOM. Selain itu, ia menginformasikan keberadaan tiga perwakilan UPT Badan POM di Sulawesi Selatan. Ia juga mengingatkan para siswa agar selalu mengontrol konsumsi Gula, Garam, dan Lemak (GGL). Menurutnya, pola konsumsi yang tidak sehat dapat memicu penyakit tidak menular seperti diabetes dan hipertensi sejak usia muda.
Selanjutnya, Kepala BBPOM di Makassar menyoroti maraknya peredaran kosmetik berbahaya di Sulawesi Selatan. Petugas bahkan pernah membongkar produksi kosmetik ilegal bernilai Rp400 juta yang terbuat secara mandiri di rumah menggunakan baskom dan ember. Oleh karena itu, ia menegaskan kembali bahwa fungsi kosmetik adalah untuk merawat kulit, bukan untuk mengobati.
Tidak hanya kosmetik, ia juga memberikan peringatan keras terkait penyalahgunaan obat terlarang.
“Jangan pernah coba-coba obat-obat yang membuat fly dan bisa menimbulkan perkelahian dan lain-lain,” tegas Kepala BBPOM di Makassar.
Kemudian, ia menambahkan bahwa ancaman bahaya vape saat ini jauh lebih mengkhawatirkan daripada rokok konvensional. Karena itu, ia mengajak para pelajar memanfaatkan aplikasi BPOM Mobile dan selalu menerapkan prinsip pengawasan mandiri. “Adek-adek ini bagus sekali karena studi banding ke BBPOM di Makassar. Kita ada tagline Cek KLIK,” ujarnnyasembari tersenyum.
Wakil Kepala Sekolah SMA Zion Makassar, Fransisca Rantepembang, menyambut baik edukasi ini. Ia menyampaikan apresiasi mendalam atas penerimaan pihak BBPOM di Makassar.
“Kami mengucapkan banyak terima kasih atas sambutan outing class atau field trip yang kami lakukan,” ungkap Fransisca. Ia berharap para siswa dapat menerapkan seluruh ilmu yang diperoleh ke dalam kehidupan sehari-hari.
Sesi dilanjutkan dengan pemaparan materi inti oleh Pengawas Farmasi dan Makanan (PFM) Ahli Madya, Ahmad Lalo. Pertama, ia membedah profil kelembagaan BBPOM di Makassar, mencakup visi, misi, komoditi yang diawasi, hingga alur spektrum pengawasan.
Kedua, Ahmad Lalo menjelaskan penggolongan obat, penerapan konsep DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang), serta bahaya resistensi antimikroba. Ia juga mengenalkan Obat Bahan Alam (OBA) dan cara mengenali nomor izin edar yang sah.
Ketiga, pada sesi kosmetika, narasumber membongkar ciri-ciri skincare berbahaya serta membagikan tips memilih produk kosmetika yang aman. Sementara pada sesi pangan, ia mengulas pentingnya keamanan pangan, risiko foodborne disease, bahaya pencemaran pangan, serta penerapan lima kunci keamanan pangan.
Sebagai penutup materi, tim BBPOM memberikan informasi seputar pencegahan stunting. Para siswa pun berkesempatan mempraktikkan langsung penggunaan aplikasi BPOM Mobile untuk mengecek legalitas produk contoh.
Setelah menyelesaikan post-test dan pengisian survei, seluruh peserta meninjau langsung fasilitas pengujian mutu. Merekamengunjungi Laboratorium Mikrobiologi, Laboratorium Pangan, Laboratorium Obat, hingga Laboratorium Kosmetik BBPOM di Makassar untuk melihat proses pengujian secara langsung.
Comment