Wagub Sulsel Ajak Kepala Daerah Sosialisasikan Terapi Hiperbarik

Wagub Sulsel Ajak Kepala Daerah Sosialisasikan Terapi Hiperbarik

MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM – Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Fatmawati Rusdi, mengajak seluruh kepala daerah di Sulawesi Selatan untuk menyosialisasikan manfaat terapi hiperbarik kepada masyarakat. Oleh karena itu, ia mendorong para bupati dan wali kota agar aktif menyebarkan informasi medis penting ini di wilayah masing-masing.

Ajakan tersebut mengemuka setelah Fatmawati menerima penyematan Brevet Kehormatan Kesehatan Penyelaman dan Hiperbarik dari Komando Daerah Angkatan Laut VI (Kodaeral VI) di Gedung Hasanuddin, Senin (12/10/2026). Selain memberi penghargaan, kegiatan ini bertujuan memperkuat sinergi lintas instansi dalam mengembangkan layanan kesehatan bawah air.

Fatmawati mengaku mendapatkan pemahaman medis yang lebih luas mengenai terapi oksigen hiperbarik setelah mendengarkan paparan para ahli. Padahal sebelumnya, ia hanya mengenal terapi ini untuk kebutuhan kebugaran dan perawatan kulit.

“Hari ini kita telah mendapat ilmu dan penghargaan berharga. Oleh sebab itu, kita memikul tanggung jawab untuk mengedukasi masyarakat. Ternyata manfaat terapi hiperbarik ini sangat luar biasa bagi kesehatan,” ujar Fatmawati penuh semangat.

Selanjutnya, ia mengusulkan agar kepala daerah dari 24 kabupaten/kota di Sulawesi Selatan memperoleh kesempatan serupa untuk mengenali layanan ini. Dengan demikian, pemerintah daerah dapat menyampaikan informasi yang akurat mengenai fungsi, indikasi, dan pemanfaatan terapi hiperbarik secara tepat.

Menurut Fatmawati, masyarakat sangat membutuhkan informasi yang benar. Akibatnya, warga bisa memahami pilihan layanan kesehatan yang ada dan menyadari bahwa terapi hiperbarik wajib mengikuti petunjuk medis.

Pada kesempatan yang sama, Komandan Kodaeral VI Laksamana Muda TNI Andi Abdul Aziz menjelaskan latar belakang pemberian penghargaan tersebut. Pihaknya memberikan brevet kehormatan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi pejabat daerah dalam membangun pelayanan kesehatan masyarakat.

Bahkan, Andi Abdul Aziz menegaskan bahwa RSAL Jala Ammari Kodaeral VI membuka fasilitas terapi hiperbarik untuk masyarakat umum, bukan hanya untuk prajurit TNI AL. Oleh karena itu, ia berharap warga dapat memanfaatkan fasilitas ini secara optimal, khususnya para penyelam tradisional dan anak nelayan yang rentan mengalami gangguan kesehatan di laut.

Meskipun BPJS Kesehatan belum menanggung layanan ini, Kodaeral VI berkomitmen penuh untuk membantu warga yang membutuhkan namun memiliki keterbatasan biaya.

Sementara itu, Kepala RSAL Jala Ammari Letkol Laut (K) dr. Suhadi memaparkan prinsip kerja terapi oksigen hiperbarik. Dokter memberikan oksigen murni berkonsentrasi tinggi kepada pasien di dalam ruang bertekanan udara tinggi. Terutama, metode ini sangat efektif menyembuhkan penyakit dekompresi pada penyelam serta mempercepat penyembuhan luka yang sulit sembuh.

Namun demikian, tim medis tetap harus mengevaluasi kondisi pasien terlebih dahulu karena terdapat kontraindikasi tertentu.

Saat ini, masyarakat Sulawesi Selatan dapat mengakses layanan terapi hiperbarik di RSAL Jala Ammari Kodaeral VI dan RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar.

Pemberian brevet kehormatan tahun 2026 ini merujuk pada Keputusan Kepala Staf Angkatan Laut Nomor Kep/2039/IX/2026 dan Nomor Kep/2040/IX/2026. Selain Fatmawati Rusdi, sejumlah pejabat daerah juga menerima penghargaan ini, antara lain Bupati Maros, Bupati Pangkajene dan Kepulauan, Bupati Bone, Bupati Bantaeng, serta Wali Kota Parepare. (*)


Comment