MASAMBA, BERITA-SULSEL.COM – Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, bersiap menggebrak panggung hortikultura nasional. Pemerintah daerah setempat akan menggelar Festival Buah Durian Lokal Luwu Utara 2026 pada Minggu, 19 Juli 2026 mendatang. Festival bergengsi ini bertujuan menjadi wadah strategis untuk menemukan varietas durian unggulan baru langsung dari kebun para petani lokal.
Kegiatan menarik ini akan berpusat di koridor Jalur Dua, tepat di depan Rumah Jabatan Bupati Luwu Utara. Bupati Luwu Utara, Andi Abdullah Rahim, mengajak seluruh petani dan pemilik pohon durian terbaik di wilayahnya untuk berpartisipasi aktif. Saat ini, panitia telah membuka pendaftaran sejak 10 hingga 15 Juli 2026 di Warkop Dilan Masamba. Langkah ini terbukti memicu antusiasme tinggi dari para pekebun di berbagai pelosok desa yang ingin memamerkan kualitas hasil bumi mereka.
Belajar dari Kesuksesan Durian “Pollo Suso”
Selain menjadi ajang pameran, festival ini memiliki rekam jejak yang mampu mengubah lanskap ekonomi masyarakat secara signifikan. Bupati Andi Abdullah Rahim mengingatkan kembali kesuksesan festival sebelumnya yang berhasil melejitkan nama durian “Pollo Suso”.
Varietas lokal yang awalnya tersembunyi tersebut kini bertransformasi menjadi buruan utama para pencinta raja buah dari berbagai penjuru tanah air. Tentu saja, popularitas ini memberikan nilai ekonomi yang sangat tinggi bagi warga. Oleh karena itu, promosi yang tepat terbukti mampu mendongkrak kesejahteraan para petani secara nyata.
Pemerintah daerah menaruh optimisme besar bahwa bumi Luwu Utara masih menyimpan kekayaan plasma nutfah yang luar biasa. Melalui festival tahun ini, panitia membidik lahirnya “bintang baru” dari kebun rakyat yang memiliki daya saing kompetitif. Kehadiran varietas baru yang unggul secara rasa, tekstur, dan aroma diproyeksikan akan membuka peluang investasi baru. Dengan demikian, jangkauan pasar durian Luwu Utara dapat meluas hingga ke level nasional dan internasional.
Mendorong Geliat UMKM dan Sektor Pariwisata
“Kami memanfaatkan komoditas durian sebagai magnet pariwisata berbasis agrowisata untuk memperkuat branding daerah ke tingkat yang lebih luas.” — Andi Abdullah Rahim, Bupati Luwu Utara.
Di sisi lain, festival ini juga memberikan dampak domino yang kuat bagi penguatan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) setempat. Kehadiran ribuan pencinta durian dan wisatawan dari luar daerah dipastikan akan menghidupkan ekosistem ekonomi kreatif.
Bagi para pencinta durian, ajang ini merupakan surga tahunan yang sangat mereka nantikan. Festival ini menyediakan ruang bagi komunitas hobi untuk bertukar informasi sekaligus mencicipi langsung durian premium dengan harga yang terjangkau. Selain itu, masukan dari para pengamat buah luar daerah akan membantu petani memahami standar kualitas yang pasar modern inginkan saat ini.
“Mudah-mudahan dari Festival Buah Durian Lokal Luwu Utara ini kita bisa mendapatkan kembali durian-durian lokal premium yang juga nanti akan terkenal, serta diminati oleh para peminat buah durian, baik skala nasional maupun internasional,” ujar Bupati Andi Abdullah Rahim melalui keterangan resminya.
Melalui sinergi antara pelestarian alam, kesejahteraan petani, dan geliat pasar UMKM, Festival Durian Luwu Utara 2026 bersiap mencatatkan sejarah baru. Oleh sebab itu, bagi para petani yang meyakini kualitas duriannya, segeralah mendaftarkan diri sebelum batas waktu berakhir demi membawa kekayaan rasa Luwu Utara ke panggung dunia.
Comment