Kantin Madinah UINAM Alauddin Antara Saharuddin ke Tanah Suci

Laporan: Mutmainnah
Mahasiswa KPI FDK UIN Alauddin Makassar

Kantin Madinah UINAM Alauddin Antara Saharuddin ke Tanah Suci

BERITA-SULSEL.COM – Pusat Pengembangan Bisnis (P2B) UIN Alauddin Makassar (UINAM) terus melakukan pemanfaatan aset di kampus II UIN Alauddin Samata berupa kantin atau cafe.

Hal inilah yang membuka jalan bagi Saharuddin yang sebelumnya bekerja sebagai tukang kuli bangunan untuk mulai merintis usaha kantin disediakan kampus yang berlokasi disebelah Perpustakaan Syekh Yusuf.

Membuka usaha pasti pernah mengalami pasang surut, itu pula yang dirasakan Saharuddin selama menjalankan usaha kantinnya selama kurang lebih 7 tahun.

”Masa-masa tersulit adalah saat libur semester, karena keuntungan yang diperoleh hanya 50% dari yang biasa didapatkan pada hari kuliah, padahal kami harus tetap membayar uang sewab bangunan,” ujarnya yang tetap mempertahankan kualitas rasa dan pelayanan agar konsumennya tetap setia.

“Setelah merintis usaha ini sejak tahun 2010, kini keuntungan yang saya dapatkan perbulannya bisa mencapai puluhan juta rupiah. Dengan hasil dari usaha ini, saya sudah dapat membeli sebuah rumah dan Insyalaah April 2017 mendatang saya akan menginjakkan kaki ditanah suci untuk menjalankan ibadah Umroh,” ungkap pemilik Kantin Madinah.

Selain mengelola kantin Madina, Saharuddin kembali membuka sebuah lapak kecil di belakang Fakultas Tarbiah dan Keguruan (FTK) telah dibuka sebagai upaya untuk mengembangkan usaha.

“Usaha ini merupakan hasil dari kerjasama dengan salah seorang kerabat dan tentunya telah mendapat izin dari kampus UINAM,” katanya saat ditemui di kantin barunya yang diberi nama Central Canteen, Rabu (15/03/2017). (*)


Comment