Siswa SDN Mangkura I Kampanyekan Hemat Gunakan Air

Siswa SDN Mangkura I Kampanyekan Hemat Gunakan Air

MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM – Sekolah Dasar Negeri (SDN) Mangkura I Makassar mengampanyekan hemat gunakan air dengan cara turun kejalan melakukan aksi menyebar poster manfaat dan cara menghemat air serta pelestarian sumber air kepada warga, khususnya pengguna Jalan Bontolempangan dan Dr Sutomo, Kamis (23/3/2017).

Aksi ini dilakukan guna memperingati Hari Air Sedunia (World Water Day) tanggal 22 Maret. Dalam kegiatan peringatan ini, sejumlah pelajar diberi informasi dan pengarahan langsung Drs Syahrir Malle, M. Pd. I mengenai kondisi air saat ini.

Baca Juga : SDN Mangkura 1 Makassar Sosialisasikan Sekolah Berbasis Lingkungan di Madrasah

Syahrir Malle menjelaskan, aksi para pelajar SDN Mangkura I yang didampingi beberapa guru ini bertujuan mengajak masyarakat untuk menghemat penggunaan air serta ikut menjaga kelestarian sumber-sumber air.

Selain itu, para siswa mensosialisasikan caranya dengan memanfaatkan kembali air limbah yang ada melalui IPAL (Instalasai Pengolahan Air Limbah). Hal ini dilakukan agar tidak boros dalam pemakaian air, sehingga ketersediaan air masa yang akan datang tetap terjaga.

Baca Juga : SD Negeri Mangkura I Gelar Lomba Pengucapan Visi, Misi dan Tujuan Sekolah

“kegiatan ini sejalan dengan tema Hari Air Sedunia yang ditetapkan oleh PBB yaitu “Air Limbah” atau Wasterwater,” jelasnya.

Siswa SDN Mangkura I Kampanyekan Hemat Gunakan Air

Mengapa memakai Air Limbah ?

Syahrir Malle menjekaskan, keuntungan yang diperoleh jika memakai limbah yang telah disterilkan dengan Sistim Instalasi Pengolahan Air Limbah adalah dapat menghemat listrik dan menghemat air bersih.

“Hal ini cukup beralasan dikarenakan masih terdapat 80 persen air mengalir begitu saja ke sungai, laut dan ke tempat lain tanpa melalui proses pengolahan. Hal tersebut menjadi air limbah yang terlewatkan begitu saja,” ujarnya.

Baca Juga : Dukung 18 Program Revolusi Pendidikan Pemkot Makassar, SDN Mangkura I Menuju Adiwiyata

Padahal, di waktu yang sama, jelas Syahrir, ketersediaan air untuk air baku air minum masih sangat terbatas dan minim. Air baku tidak sebanding dengan jumlah permintaan dan kebutuhan. Hal ini seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk dunia.

“Setiap tahun data memperlihatkan masih banyak anak-anak meninggal dunia akibat buruknya sanitasi dan pencemaran air,”paparnya.


Comment