MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM – Mahasiswa Universitas Teknologi Sulawesi (UTS) yang melakukan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Desa Bori Kamase, Kecamatan Maros, Kabupaten Maros mengajari warga untuk membuat lubang resapan biopori.
Dosen pembimbing mahasiswa KKN UTS, Ramdiana ST, M. Eng mengatakan, kegiatan ini dilakukan pada Proker Kelompok Lorong Asri.
“Di desa ini sangat minim air tanah. Mereka akan mendapatkan air hanya dimusim penghujan. Namun, dimusim tersebut warga juga selalu kebanjiran,” ujarnya, Senin (8/10/2018).

Salah satu solusi yang ditawarkan, kata Ramdiana, membuat lubang resapan biopori agar air hujan di musim hujan tidak hanya menjadi air limpasan atau run off.
“Air hujan dapat mengisi lubang yang telah dibuat sebagai cadangan air di musim kemarau,” ujarnya.
Kata dia, lubang resapan biopori juga digunakan sebagai komposter. Sebab, diisi sampah organik warga yang dapat dipanen hasilnya menjadi pupuk kompos.
Hal senada disampaikan Nani Anggraini ST, M. Eng yang juga dosen pembimbing. Kata dia, kehadiran dilokasi KKN bisa memberikan arahan saat kegiatan berlangsung.
“Melalui KKN ini, kami berharap masyarakat Desa Bori Kamase dapat menambah jumlah lubang biopori yang telah dibuat mahasiswa kami,” paparnya. (*)
Comment