GOWA, BERITA-SULSEL.COM – Komisi II DPRD Gowa berharap kematian dua pekerja di Pasar Limbung menjadi pembelajaran bagi pekerja proyek.
Pernyataan itu disampaikan Ketua Komisi II DPRD Gowa, Nazaruddin Sitakka menyikapi nasib tragis yang menimpa dua pekerja di Pasar Limbung, Kecamatan Bajeng. Kedua pekerja itu meregang nyawa akibat tersengat aliran listrik.
“Kita berharap ini jadi perhatian bersama. Keselamatan kerja harus selalu diutamakan,” kata Ketua Komisi II, Nasaruddin Daeng Sitakka, Selasa (7/).
Politisi Partai Gerindra ini mengungkapkan dua pekerja tersebut menjadi korban akibat tuntutan menyelesaikan adendum proyek Pasar Limbung.
Menurutnya, pengerjaan Pasar Limbung tidak selesai tepat waktu pada akhir tahun 2019 kemarin. Pengerjaannya pun terpaksa diberi adendum.
“Kita berharap kontraktor harus memfasilitas pekerja dengan standar keselamatan kerja. Termasuk wajibkan asuransi para pekerjanya,” tegas Sitakka.
Sayangnya, kata Sitakka, dua pekerja itu tidak dilengkapi dengan peralatan memadai untuk memastikan keselamatannya.
Ia mencontohkan dua pekerja itu semestinya diberi sepatu karet agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan.
Sitakka yang merupakan legislator dari dapil Bajeng ini pernah melakukan peninjauan pembangunan pasar rakyat Limbung di Kecamatan Bajeng, Senin (16/12/2019) lalu.
Menurutnya, pengerjaan pasar itu telah dianggarkan senilai Rp6 miliar. Anggarannya bersumber dari APBN 2019.
Sebelumnya diberitakan, Nasib malang dialami Anwar (42), dan Abd Rauf Kadir, dua tukang listrik di Kabupaten Gowa.
Kedua pekerja tewas itu tewas tersetrum listrik di Pasar Limbung, Jumat (3/1) malam lalu.
Berdasarkan informasi, keduanya dilaporkan nekat bekerja lembur malam demi menuntaskan pekerjaan.
Sejumlah pedagang pasar sempat memperingatkan kedua korban. Namun peringatan itu tidak diindahkan kedua pekerja yang tewas itu. (an).
Comment