
MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM – Perusahaan Daerah (PD) Pasar Makassar Raya Jalan Kerung-kerung memprotes pihak Bank yang enggan menerima uang recehan dan uang virtual kertas yang rusak untuk di setor ke pihak bank.
Dirut PD Pasar Makassar Raya, Rahim Bustam mengklaim, jika uang recehan dan uang kertas lusuh itu masih pantas untuk di terima oleh pihak bank tempat di mana PD Pasar Makassar Raya bias menyetor dari hasil retribusi pasar. Menurutnya, segala bentuk uang tersebut dikeluarkan oleh pihak bank sendiri sebagai alat transaksi jual-beli di kalangan masyarakat.
“Saya protes sama pihak bank yang selama ini tidak mau menerima uang recehan dan uang kertas lusuh untuk disetor, saya berencana akan pindah ke bank lain kalau begini sistem mereka,” tegas Rahim diruang kerjanya. Senin, (10/10/2016)
Selain itu, Rahim mengungkapkan, puluhan juta rupiah uang receh dan uang kertas lusuh masih tersimpan di Kantor PD Pasar Makassar Raya akibat penolakan pihak bank yang saat ini bekerjasama dengan pihak PD Pasar Makassar Raya.
“Masih tersimpan itu uang recehan dan uang kertas lusuh di kantor gara-gara di tolak sama bank, tidak tahu alasan jelas pihak bank tidak terima itu uang padahal mereka yang keluarkan,” sesalnya.
Dari pantauan di Kantor PD Pasar Makassar Raya, sejumlah uang recehan dan kertas tertumpuk akibat pihak bank yang bekerjasama selama ini tidak menerima dengan banyak alasan. Kabarnya, PD Pasar Makassar Raya akan pindah ke bank lain jika sistem bank tersebut belum berubah.(Dan)
Comment