
BONE, BERITA-SULSEL.COM – Kepergian Riska binti Amal, balita yang masih berusia tiga tahun di Desa Baringeng Kecamatan Libureng Kabupaten Bone, Selasa (20/12/16) dinihari, menyisakan kepedihan mendalam dihati keluarga, terutama ibu korban, Hj Dharma (34) dan suaminya, Amal bin H Mattajang (39), yang merupakan ayah korban sekaligus pelaku pembunuhan Riska.
Amal yang kini mendekam dalam tahanan Polsek Libureng, masih tak percaya kalau putri bungsu kesayangannya itu sudah pergi meninggalkan dunia fana. Dengan tatapan kosong, Amal menuturkan betapa dia sangat menyayangi putrinya dan tidak pernah berniat sedikitpun untuk menyakiti apalagi membunuhnya. Baca Juga : Seorang Balita di Bone Meregang Nyawa Ditikam Badik Ayah Kandungnya
“Kusayang sekali itu anakku, itu malam saya sholat dulu sebelum tidur, kuliat ada cahaya seperti kilat” tutur Amal.
Pada malam kejadian pun Amal sempat mengajak putrinya ke acara tetangga dan senang melihat putrinya pandai berjoget. Bahkan setelah menikam putrinya hingga empat kali tikaman, Amal sempat mencium pipi putri kesayangannya itu.
Kapolsek Libureng, AKP Makmur, yang ikut prosesi pemakaman Riska mengatakan kalau dari cerita keluarga, Riska terlihat tenang dan tak pernah mengeluh kesakitan meski dengan usus terburai saat dibawa ke Puskesmas. Baca Juga : HA Mustaman Silaturahmi dengan Mahasiswa Asal Bone di Makassar
Bahkan Riska sempat bercerita ke ibunya kalau dia akan pindah rumah. Sementara pelaku sendiri, dari cerita keluarga adalah sosok ayah yang baik, penyayang dan pendiam. Baca Juga : Pahami Bahaya Medsos, Korem Bone Gelar Sosialisasi UU ITE
“Pelaku itu pendiam orangnya, sehari harinya kesawah sama istrinya, dia dikenal baik, cuma kadang tingkahnya aneh, pernah memanjat menara mesjid dan kalau sholat itu menghadap ke utara” ujar AKP Makmur.
Kini, Amal seperti orang linglung berada di balik jeruji, dan menurut rencana Amal akan dibawa ke Makassar oleh pihak Polsek Libureng untuk diperiksa kejiwaannya. (Eka)
Comment