
SOPPENG, BERITA-SULSEL.COM – Warga Tonrong Labokong, Dusun Alangkiang, Desa Labokong, Kecamatan Donri-donri Kabupaten memprotes pembangunan talud yang dikerjakan PT Lumpue Indah.
Anggaran pembuatan talud satu paket dengan rabat betondari yang bersumber dari dana alokasi khusus tahun 2016 sebesar Rp11 miliar lebih dengan panjang pekerjan 3500 meter dengan lebar 4 meter.
Baca Juga : Desa Soga di Soppeng tak Tersentuh Pembangunan
Samsuriadi warga Labokong mengatakan, pembuatan talud di wilayahnya terkesan asal jadi. Dudukan batu dipasang diatas pondasi drainase, tanpa melakukan penggalian sebelumnya. Saat ini 300 meter sudah retak, bahkan sebelumnya sudah amruk.
Mahasiswa UNM ini menjelaskan, seharunya digali dulu baru dikerjakan. Jika langsung didudukan pada drainase, itu tak akan bertahan lama, buktinya ini saja baru dikerja sudah ada beberapa bagian yang retak. Bahkan beberapa waktu lalu sudah ada bangunan drainase yang amruk. Namun pihak kontrakor cepat memperbaikinya, dikarenakan masih dalam masa pemeliharaan.
Baca Juga : Ini Hasil Tes DNA Pemerkosa Siswi SLB di Soppeng
“Kalau pekerjaanya demekian, talud ini tak akan bertahan lama, apalagi kalau ada mobil bermuatan berat parkir lama, itu bisa merusak talud. Seharusnya pemerintah lebih memperhatikan kualitas bangunan, buka hanya selesai cepat,” katanya, Senin (20/2/2017).
Kasi Pembangunan Jalan dan Jembatan Dinas Pekerjaan Umum serta Penataan Ruang Soppeng, Karman Hamzah dikonfirmasi mengatakan, pekerjaan talud ada dua macam yakni talud full serta kesting.
Baca Juga : Petani di Soppeng Kesulitan Dapatkan Pupuk Bersubsidi
Menurutnya, talud full pekerjaanya digali terlebih dahulu kalaupun pekerjaan talud kasting hanya menambah ketinggian sesuai dengan RABnya.
Hamzah menyebutkan, jika muatan berat meski pekerjaan talud full akan rusak juga. Selain itu, kata dia, pekerjaan talud tersebut dikerjakan satu paket dengan beton jalan, dikerjakan langsung PT Lumpue Indah.(Henrik)
Comment