Diduga Malapraktek, Pasien Patah Tulang di Bone Meninggal Dunia

ILustrasi Malapraktek

BONE, BERITA-SULSEL.COM – Pasien perempuan, DE, akhirnya menghembuskan nafas terakhir, Minggu (10/5/26), setelah tidak sadarkan diri selama 4 hari di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tenriawaru.

Dari keterangan kerabat pasien, SM, rencananya DE akan menjalani operasi patah tulang setelah mengalami kecelakaan setengah bulan lalu. Namun, belum sempat operasi, DE alami stop jantung usai dibius oleh dokter anastesi.

“Rencana mau dioperasi kemarin, setelah dibius langsung stop jantung dan tidak sadar sampai sekarang, jadi tidak sempat dioperasi kemarin,” ungkap SM melalui pesan WhatsApp, Jumat (8/5/26), malam.

SM menambahkan bahwa DE dalam kondisi normal sebelum masuk ke ruang operasi. Usai alami stop jantung, DE kemudian dibawa ke ruang ICU oleh perawat dan diminta bersabar oleh dokter yang menangani DE.

“Sadar dan sehat karena lengannya saja patah, mau disambung tulangnya,” jelas SM.

Ibu pasien, EB, juga membenarkan bahwa anaknya sempat alami koma setelah dibius. EB kemudian mengabarkan putrinya yang masih berusia sekitar 20 tahun itu meninggal dunia pada Minggu (10/5/26), pagi. Sementara itu, Humas RSUD Tenriawaru, Junaedi, menjelaskan bahwa dokter sudah memberikan penanganan sesuai prosedur.

“Sesuai keterangan perawat kemarin tindakan medis yang dilakukan sudah sesuai prosedur,” ujarnya.

Junaedi juga menjelaskan bahwa sebelumnya pasien sudah pernah menjalani operasi dan ketika dalam kondisi tidak sadar itu, pasien ditangani oleh dokter neurologi, yakni ahli saraf dan dokter kardiologi, ahli jantung.

“Sudah pernah operasi sebelumnya. Ada 2 dokter, neurologi dan kardiologi yang tangani klo tidak salah. Kecelakaan awalnya,” tutupnya. (eka)


Comment