
BERITA-SULSEL.COM – Merujuk pada UU RI Nomor 11 Tahun 2014 tentang Keinsinyuran, insinyur dinaikkan statusnya jadi gelar profesi sebagaimana gelar profeksi dokter (dr), dokter gigi (drg), bidan (Bd) ners (Ns), apoteker (Apt), dan akuntan (Akt).
Saat ini tidak semua lulusan perguruan tinggi bergelar ST langsung berhak disebut sebagai insinyur. Kalau mau insinyur, mereka harus ikut program PPI, untuk sementara di Indonesia Timur, baru ada di UMI.
Demikian ditegaskan Dekan Fakultas Teknologi Industri UMI Makassar, Ir Zakir Sabara HW ST MT IPM ASEAN Eng kepada CERDAS di ruang kerjanya akhir Mei 2017.
Program Studi Program Profesi Insinyur (PSPPI) sebagai lingkup dari amanat UU Nomor 11 Tahun 2014 tentang Keinsinyuran merupakan upaya pemerintah mempercepat terciptanya tenaga insinyur Indonesia yang mandiri, bertanggung jawab, dan memiliki etika profesi serta kualifikasi sesuai standar sertifikasi dalam waktu yang mendesak, tandas pria kelahiran Ujung Lamuru, Lappariaja, Bone Barat, 24 Mei 1975 ini.
Para sarjana teknik/teknik terapan/sains yang mengikuti program PSPPI ini akan memperoleh sertifikat profesi Insinyur dan berhak menggunakan gelar Insinyur (Ir.).
Penerima Mandat
Guna memenuhi ketersediaan tenaga insinyur maka pemerintah memberi mandat kepada 40 perguruan tinggi yang selanjutnya dievaluasi untuk diterbitkannya izin pelaksanaan program studi. UMI Makassar sebagai perguruan tinggi penerima mandat akhirnya memenuhi syarat izin pelaksanaan prodi, kata sarjana Teknik Kimia UMI Makassar 1999 ini.
Program Profesi Insinyur yang diselenggarakan UMI terbagi atas 2 jalur program, yaitu Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) dan Program Pendidikan Reguler. Pengelolaan PSPPI UMI Makassar dilaksanakan oleh Fakultas Teknologi Industri (FTI).
Upaya telah dibangun FTI hingga diamanahkannya SK izin penyelenggaraan merupakan capaian prestasi dari jalan panjang berbagai kegiatan keinsinyuran yang dimulai sejak akhir Desember 2014.
Melalui Program Pembinaan Profesi Insinyur (P3I) bekerjasama PII Cabang Makassar, PII Pusat dan Badan Kejuruan, berbagai Kuliah Tamu Keinsinyuran, Lokakarya Pengisian Formulir Aplikasi Insinyur Profesional (FAIP) hingga MOU dengan PII Pusat, kata mahasiswa S.3 PDKLP PPs-Universitas Brawijaya Malang 2014 ini.
Akhirnya dengan upaya yang tidak kenal lelah, UMI dengan capaian dan komposisi dosen bergelar IPU dan IPM sebagai ketentuan utama PSPPI menghasilkan 44 orang dengan gelar IPU dan IPM yang dibantu dosen pendamping bergelar IPP.
Dasar hukum dan regulasi Program Profesi Insinyur yakni; Undang Undang Nomor 11 Tahun 2014 Tentang Keinsinyuran. Peraturan Menteri Riset Dikti No. 35 Tahun 2016 Tentang Penyelenggaraan Program Profesi Insinyur.
Peraturan Menteri Riset Dikti No. 26 Tahun 2016 Tentang Rekognisi Pembelajaran Lampau. Peraturan Dirjen No. 1462 Tahun 2016 Tentang Panduan Penyelenggaraan PS PPI.
Mengabdi di Almamater
Zakir lahir di Ujung Lamuru, Bone Barat, 24 Mei 1975. Putra bungsu dari 11 bersaudara dari pasangan Almarhum Aiptu (Purn) La Wata Rahmat dan Almarhumah Hajjah Halijah Taliu. Mengemban amanah sebagai Dekan Fakultas Teknologi Industri Universitas Muslim Indonesia Makassar, periode 2014-2018.
Jenjang pendidikan dimulai di SD Inpres Ujung Lamuru Bone 1987. SMP Ujung Lamuru 1990. SMA Lappariaja Bone 1993. S.1 Teknik Kimia UMI Makassar 1999. S2 Teknik Kimia ITS Surabaya 2004. Mahasiswa S.3 PDKLP Universitas Brawijaya sejak 2014.
Kariernya pada dunia akademik dimulai setelah lulus kembali mengabdi di almamaternya dengan menjadi dosen tetap jurusan Teknik Kimia FTI UMI sejak 2000. Ditunjuk jadi Koordinator SPMU – TPSDP ADB pada Program Studi Teknik Kimia FTI – UMI, 2005 – 2007. Kepala Laboratorium Pengantar Teknik Kimia FTI – UMI, 2005 – 2010. Instruktur pendidikan Non Formal Anak Jalanan dan Pemulung TPA Tamangapa Antang, 2006-Sekarang.
Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan Fakultas Teknologi Industri dan Fakultas Ilmu Komputer UMI Makassar, 2010-2011. Konsultan Teknik Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Makassar, 2011 – 2015.
Asisten Wakil Rektor 3 Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UMI Makassar, 2011 – 2014 Auditor Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan dan Kosmetika (LPPOM) MUI Sulawesi-Selatan, 2014. Dekan Fakultas Teknologi Industri UMI, 2014-2018.
Pengalaman Organisasi
Pengalaman organisasi dimulai saat jadi mahasiswa dengan menjadi Pengurus Himpunan Mahasiswa Teknik Kimia (HMTK FTI – UMI), 1994-1996. Ketua Bidang Agitasi dan Komunikasi Massa, Unit Penerbitan dan Penulisan Mahasiswa (UPPM–UMI), 1996-1997.
Majelis Pertimbangan DPP. Kesatuan Pelajar Mahasiswa Indonesia (KEPMI) Bone 1997-1998. Ketua Umum Badan Perwakilan Mahasiswa (BPM) Fakultas Teknologi Industri UMI, 1997-1998. Presidium Forum Pembentukan Kabupaten Bone Barat (FKBB), 2003 – Sekarang.
Ketua Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) HW Rahmat, 2007-sekarang. Ketua Bidang Organisasi, Kader dan Keanggotaan (OKK) Keluarga Besar Putra Putri Polri (KBPPP) Sulawesi Selatan, 2008-sekarang. Pengurus Lembaga Ekonomi Nahdatul Ulama Kota Makassar, 2009-sekarang.
Ketua Harian Yayasan Makassar Maju, 2010-2014. Ketua Bidang Organisasi dan Keanggotaan Ormas Nasional Demokrat, 2011-2013. Wakil Sekretaris Masyarakat Ilmu Pemerintahan Indonesia (MIPI) Kota Makassar, 2013-sekarang. (yahya)
Comment