
SOPPENG, BERITA-SULSEL.COM – Data penerima raskin atau beras miskin di Kabupaten Soppeng kacau. Kepala desa pusing salurkan bantuan.
Kepala Desa Pattojo, Herman Maulid mengatakan, data tersebut tak hanya di desanya saja terjadi. Beberapa desa di Soppeng mengalami hal yangsama.
Kata dia, data yang dikeluarkan dari pusat merupakan data 4 tahun yang lalu dari statistik. Sedang penerima raskin di wilayahnya berkurang sebanyak 30 dari 153 menjadi 123 yang wajib menerima.
Kata Herman, di Kecamatan Liliriaja saja, ada desa dan kelurahan yang bertambah dan berkurang.
“Di Desa Timusu, Kelurahan Galung dan Kelurahan Appanang, penerima raskin bertambah,”katanya, Senin (21/8/2017).
Terpisah Kepala Desa Timusu, Firdaus mengatakan, tak ada penerima raskin di Timusu yang mempunyai tanggal dan bulan lahir yang sama. Namun ada pengurangan sekitar 18 kepala keluarga.
Hal senada sampaikan Kades Rompegading, Sakmawati. Kata dia, di desanya hanya terdapat pengurangan saja, tak ada data yang sama dengan tanggal dan bulan lahirnya seperti yang terjadi di Desa Pattojo.
“Untuk penerima raskin tahun ini berkurang berkurang 18 KK,”ujarnya.
Kepala Dinas Sosial, Nurdin yang dikonfirmasi mengatakan, penginputan yang menggunakan data aplikasi tidak mengacu kesistem TNP2K, sehingga hasilnya kacau.
Solusi penangananya, jelas Nurdin, desa harus melakukan musyawarah mengatasi hal tersebut. (*)
Comment