MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bisa diharapkan karena masih independen. Lembaga ini menjadi role model, disana ada kode etik yang mengatur para pegawai.
Hal ini disampaikan Mantan Ketua KPK Abraham Samad dalam “dialog gini gitu” pemuda dan politik begini karena korupsi begitu di salah satu cefe di Jalan Sultan Alauddin, Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (1/3/2018).
Selain Abraham, kegiatan yang dilaksanakan Forum Kreativitas Pemuda (FKP) menghadirkan Ketua KNPI Sulawesi Selatan Imran Eka Saputra dan Wakil Ketua DPRD Sulsel Yusran Sofyan sebagai pembicara.
Kata Abraham, perlu dibudayakan fase pendidikan integritas dalam keluarga, hal ini bertujuan menciptakan calon pemimpin masa depan yang tidak korup.
“Guru harus berikan teladan. Disiplin adalah integritas. Orang tua bisa buta huruf, tapi orang tua bisa berikan nilai-nilai moral yang kuat,” ujarnya.
Ketua KNPI Sulsel Imran Eka Saputra mengatakan, korupsi tidak melihat umur. Butuh proses pendidikan anti korupsi di internal keluarga: pembinaan karakter dan akhlakul karimah.
“Membumikan nilai agama sebagai substansi. Anak muda harus bisa jaga idealismenya,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Sulsel Yusran Sofyan mengatakan, politik harus memiliki aspek moralitas dan integritas. Sebab politik adalah identitas atau idealisme.
“Politik harus punya teladan. Meski politik tidak bisa dilepaskan dari kekuasaan,” ujarnya..
Untuk itu, jelas Yusran, pendidikan politik harus menyampaikan tujuan sebagai ujung tombak perjuangan. “Kita melakukan pendidikan karakter dan kemandirian sejak dini. Jika mandiri tidak diintervensi, dan tidak lagi berfikir untuk korupsi,” paparnya. (*)
Comment