Kunjungan Kerja di Sidrap, Syaharuddin Alrif Jadi “Tukang Becak”

Wakil Ketua DPRD Sulsel Syaharuddin Alrif mengayuh becak milik La Mappa, warga Sidrap

SIDRAP, BERITA-SULSEL.COM – Jika melihat ke bawah, banyak sekali orang-orang yang sudah berumur tapi masih melakoni pekerjaan berat. Dalam pandangan mayoritas masyarakat sudah tak layak untuk mereka seperti menarik becak.

Usia senja seharusnya dihabiskan bersama anak cucu untuk rehat dan menikmati masa tua. Namun, kenyataannya La Mappa, lansia ini sudah 10 tahun mengayuh becak.

Video 

La Mappa setiap hari bekerja dengan profesi penarik becak. Pria 55 tahun ini sore tadi terlihat ceria ketika jadi penumpang betapa senangnya ketika Wakil Ketua DPRD Sulsel Syaharuddin Alrif mengayuh becaknya.

Syaharuddin Alrif tak hanya menyerap aspirasi masayarakat melalui tatap muka, namun langsung turun ke masyarakat untuk melihat dan mencari tahu apa masalah warga seperti yang dilakukannya saat berkunjung di Kelurahan Tanru Tedong, Kecamatan Dua Pitue, Kabupaten Sidrap Jumat, (7/05/2021).

Syahar, sapaan akrabnya mengayuh becak menuju kediaman La Mappa. Mengenakan kaos dan celana pendek jeans La Mappa duduk santai di kursi becak penumpang.

“Sudah berapa tahun mengayuh becak Pak Mappa,” tanya Syahar sambil mengayuh becak menuju kediaman La Mappa.

“Sudah 10 tahun pak haji,” ujar La Mappa.

“Kalau ngayuh becak Pak Mappa bagaimana rasanya,” tanya Syahar kembali.

“Ya.. berat pak haji, tapi tidak masalah, karena sudah terbiasa,” ujar La Mappa menjawab pertanyaan Syahar.

Saya pak haji, jelas La Mappa, kadang sampai sore baru pulang. “Malamnya saya gunakan tidur,” jelasnya.

“Penghasilan saya sebagai tukang becak pun tidak menentu. Kadang harus rela pulang dengan tangan kosong, karena tidak mendapat penumpang,” ujarnya.

”Kadang dapat, kadang tidak, ya.. kalau ramai liburan sehari bisa dapat Rp50.000 sampai Rp 100.000. Ya bagi saya, berapa pun, cukup tidak cukup tetap harus disyukuri pak haji,” terang La Mappa.

Dalam beberapa kesempatan tersebut, Syahar langsung melihat kondisi tempat tinggal La Mappa. Hal tersebut dilakukannya untuk melihat langsung kondisinya, apakah layak dibantu atau tidak.

“Bantuan tersebut akan masuk dalam program bedah rumah,” jelas Syahar.

Syahar memberikan bantuan uang tunai untuk digunakan memenuhi kebutuhannya selama ramadan.

“Bantuan ini nilainya tidak seberapa. Jangan dilihat nominalnya, tapi ini bentuk kecintaan kami, bentuk kepedulian kepada saudara kita yang kurang mampu,” ungkap Syahar. (*)


Comment