PANGKEP, BERITA-SULSEL.COM – Wakil Ketua DPRD Sulawesi Selatan, Syaharuddin Alrif mengapresiasi upaya Kementerian Pertanian dalam mengembangkan komoditas porang dan sarang burung walet (SBW) di luar pulau Jawa.
Kata dia, Indonesia saat ini memiliki unggulan ekspor yang bisa mendongkrak ekonomi nasional.
“Kami mewakili rakyat Sulsel mengucapkan terima kasih atas perhatian Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo yang telah mengembangkan porang dan SBW di Sulsel,” ujar Syahar, Jumat, 23 Juli 2021.
Menurut Syahar, masyarakat Sulsel sudah lama memproduksi porang dan walet. Hanya saja waktu itu harganya tidak semahal sekarang.
Namun, berkat bantuan pemerintah, dalam hal ini Kementerian Pertanian, porang dan walet jadi primadona dan menghidupkan ekonomi para petani.
“Saya mau menyampaikan bahwa di Pangkep tahun 2012 sudah menjual porang, hanya saja harganya murah. Artinya masyarakat Pangkep sudah lama menanam porang. Sekarang harganya cukup tinggi, sehingga banyak petani yang naik haji,” katanya.
Syahar berjanji akan mendukung gerakan pemerintah untuk menghidupkan dan mengembangkan sektor pertanian Indonesia. Khususnya untuk komoditas porang dan walet.
“Hari ini gerakan tanam porang bersama Pak Menteri akan dimasifkan. Ini luar biasa dan berkah buat masyarakat Sulsel, khususnya masyarakat kabupaten Pangkep,” tutupnya.
Sebagai informasi, dan Kementerian Pertanian (Kementan) bersama Pemerintah Kabupaten Pangkep mulai menggarap lahan porang di Kampung Celai, Kelurahan Balleanggi, Kecamatan Balloci, Sulawesi Selatan. Di sana, lahan porang yang digarap kurang lebih mencapai 550 hektare dari total 1000 hektare lahan yang disiapkan di 2 Kecamatan.
Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo menyampaikan tanaman porang adalah komoditas unggulan Indonesia yang memiliki potensi besar dalam membuat berbagai prodak olahan siap ekspor. Oleh karena itu, Kabupaten Pangkep sebagai kabupaten subur akan diproyeksikan sebagai salah satu lumbung porang nasional. (*)
Comment