BBPOM Makassar Dampingi Pedagang Pasar Tanete Wujudkan Pangan Aman

Tim BBPOM di Makassar bersama pengelola Pasar Tanete saat menguji sampel pangan dan mengedukasi pedagang di Kabupaten Pangkep.

PANGKEP, BERITA-SULSEL.COM — Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Makassar terus memperkuat perlindungan kesehatan masyarakat. Lembaga ini menggelar Uji Cepat Bahan Berbahaya dan edukasi Cek KLIK di Pasar Tanete, Desa Kabba, Kecamatan Minasatene, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Rabu (22/7/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian penting dari Program Pasar Pangan Aman Berbasis Komunitas (PPABK). Melalui program ini, BBPOM Makassar membangun budaya keamanan pangan lewat sinergi bersama pengelola pasar, pedagang, dan warga lokal.
Pengawas Farmasi dan Makanan Ahli Madya BBPOM Makassar, Hamka Hasan, memimpin tim yang terdiri dari Aris Taoemesa, Tri Astuty, dan Agnes Kusumawardana. Kegiatan ini juga melibatkan Kepala Pasar Tanete, Juliamizra, bersama dua petugas pasar, Hasniah dan Hanispa, yang bertindak sebagai fasilitator.
Pada awal kegiatan, Hamka Hasan berkoordinasi langsung dengan Juliamizra. Ia menegaskan bahwa pasar merupakan pusat kegiatan ekonomi warga, sehingga semua pihak wajib menjaga keamanan pangan.
“Kami tidak hanya mengawasi, tetapi juga mendampingi pengelola pasar dan pedagang. Oleh karena itu, mereka bisa menerapkan keamanan pangan secara mandiri ke depan,” ujar Hamka.
Selain itu, Hamka menjelaskan bahwa langkah ini sejalan dengan Peraturan BPOM Nomor 21 Tahun 2021. Aturan tersebut mengamanatkan seluruh pelaku usaha untuk menerapkan Cara Peredaran Pangan Olahan yang Baik.
Sementara itu, Kepala Pasar Tanete, Juliamizra, menyambut hangat pendampingan tersebut. Menurutnya, program ini memberikan bekal berharga bagi pengelola pasar.
“Kami sangat bersyukur atas kedatangan BPOM ke Pasar Tanete. Apalagi saya masih baru sebagai Kepala Pasar di sini. Oleh sebab itu, kami masih perlu banyak belajar agar masyarakat tenang saat berbelanja,” kata Juliamizra.
Hasil Uji Cepat: 35 Sampel Negatif Bahan Berbahaya
Selanjutnya, petugas BBPOM Makassar melakukan pengambilan sampel (sampling) dan uji cepat terhadap produk pangan berisiko. Agnes Kusumawardana mengoordinasikan proses ini bersama petugas pasar, Hasniah.
Petugas menguji sebanyak 35 sampel pangan, mulai dari tahu, ikan segar, ikan kering, kerupuk, mi kering, mi kuning, pentolan, hingga kue berwarna mencolok. Mereka menggunakan metode Uji Cepat untuk mendeteksi empat parameter bahan berbahaya: Formalin, Boraks, Rhodamin B, dan Metanil Yellow.
Hasil pengujian menunjukkan kabar menggembirakan. Seluruh sampel dinyatakan negatif dari bahan berbahaya tersebut. Oleh karena itu, semua pangan yang diuji memenuhi syarat keamanan.
Edukasi Cek KLIK dan Penataan Produk
Di sisi lain, petugas juga mengedukasi pedagang mengenai pentingnya Cek KLIK (Cek Kemasan, Label, Izin Edar, dan Kedaluwarsa). Tri Astuty mendampingi Juliamizra saat memeriksa 30 produk pangan olahan.
Meskipun semua produk telah memiliki izin edar BPOM maupun PIRT, petugas masih menemukan beberapa kemasan yang lecet. Oleh sebab itu, petugas langsung meminta pedagang tidak menjual produk berkemasan rusak demi menghindari cemaran.
Pada saat yang sama, Aris Taoemesa mengingatkan pedagang agar menata barang dagangan dengan benar. Ia meminta pedagang memisahkan produk makanan dari barang non-pangan seperti sabun atau obat nyamuk.
“Penataan barang sangat penting. Jangan menumpuk makanan di dekat bahan kimia agar tidak terjadi kontaminasi silang,” tegas Aris.
Akhirnya, petugas pasar yang menjadi fasilitator, Hasniah dan Hanispa, siap melanjutkan rencana aksi ini secara mandiri. Melalui kolaborasi berkelanjutan ini, BBPOM Makassar berharap tradisi belanja pangan aman terus terjaga di Pasar Tanete.


Comment