LUWU, BERITA-SULSEL.COM – Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi kembali hadir di Luwu, Sulawesi Selatan. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo ini dilaksanakan secara virtual pada Selasa, 24 Agustus 2021.
Kolaborasi ketiga lembaga ini dikhususkan pada penyelenggaraan Program Literasi Digital di wilayah Sulawesi. Adapun tema kali ini adalah “Cara Aman Investasi Online”.
Program kali ini menghadirkan 843 peserta dan empat narasumber yang terdiri dari VP Business and Marketing NLG, Mega Prawita; Kepala Galeri Investasi Pasar Modal Syariah UIN Alauddin Makassar, Miftha Farild; Founder Mimilicious, Mimi Hilzah; dan Founder Jelajah Sultra, Sumarlin. Adapun bertindak sebagai moderator adalah Arin Swandari. Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi menargetkan 57.550 orang peserta.
Acara dimulai dengan sambutan video Presiden Republik Indonesia Joko Widodo yang menyalurkan semangat literasi digital untuk kemajuan bangsa. “Infrastruktur digital tidak berdiri sendiri. Jadi, saat jaringan internet sudah tersedia, harus diikuti dengan kesiapan-kesiapan pengguna internetnya agar manfaat positif internet dapat dioptimalkan untuk membuat masyarakat semakin cerdas dan produktif,” kata Presiden.
Pemateri pertama adalah Mega Prawita yang membawakan tema “Mengenal Marketplace: Aksesibilitas, Jenis dan Fitur”. Ia memaparkan beberapa tips belanja aman di lokapasar, antara lain memilih lokapasar resmi, mengecek reputasi penjual dan harga, mencermati testimoni dari pembeli sebelumnya, membaca deskripsi barang yang dijual, dan pilih metode pembayaran yang aman. “Gunakan fitur tracking untuk mengetahui posisi barang kita ada di mana. Setelah barang diterima, rekam saat unboxing dan simpan bukti transaksi,” ucapnya.
Berikutnya, Mimi Hilzah menyampaikan topik “Peran dan Fungsi e-Market dalam Mendukung Produk Lokal”. Ia menerangkan, dalam berjualan di lokapasar, penjual bisa mencapai predikat atau tingkatan tertentu. Namun, untuk mencapainya tidak bisa instan. “Pasang foto yang bagus, jual produk yang menarik, beri pelayanan yang baik, pastikan barang tiba ke tangan pembeli dengan selamat dan mereka puas, lalu kita tunggu ulasan mereka,” urainya.
Sebagai pemateri ketiga, Sumarlin membawakan tema “Peran Literasi Digital untuk Mengubah Mindset Konsumtif Menjadi Lebih Produktif”. Menurut dia, peluang menjadi produsen atau penjual di dunia digital sangat besar. Dengan kreativitas dan memanfaatkan lokapasar dapat memberi keuntungan dan menambah nilai ekonomi. “Kita bisa mulai dari sekarang. Bagi yang belum melek teknologi, inilah saatnya untuk memanfaatkan teknologi. Perbanyak literasi dan tutorial supaya kita tidak hanya menjadi pembeli atau konsumen tapi pelaku usaha,” tukasnya.
Adapun sebagai pemateri terakhir, Miftha Farild menyampaikan tema “Cara Aman Berinvestasi Online”. Miftha menyampaikan, masalah dari investasi daring diantaranya kantornya tidak terlihat, website-nya bisa tiba-tiba hilang, banyak opini-opini miring, masuk-keluar dana melalui bank virtual, dan terlena iming-iming keuntungan yang besar. “Banyak tawaran menggiurkan untuk investasi daring. Hati-hati, jangan sampai terjebak. Kenali ciri investasi bodong,” ujarnya.
Program Literasi Digital mendapat apresiasi dan dukungan dari banyak pihak karena menyajikan konten dan informasi yang baru, unik, dan mengedukasi para peserta. Kegiatan ini disambut positif oleh masyarakat Sulawesi. “Adakah motivasi untuk anak muda agar mencoba berbisnis daring, semangat apa yang harus dijaga dan didorong?” tanya Amelia Yakto, salah satu peserta kegiatan literasi digital. Mega Prawita menyebut modal awalnya adalah percaya diri dan ide. Kemudian, buatlah produk yang bagus dan bisa bersaing. “Lalu, komitmen, konsistensi dan refleksi. Artinya, harus ada evaluasi. Misalnya ada komplain dari pelanggan, jadikan itu sebagai masukan dan evaluasi sehingga bisa improve,” tandasnya.
Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi akan diselenggarakan secara virtual mulai dari Mei 2021 hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan materi informatif yang disampaikan narasumber terpercaya. Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, informasi bisa diakses melalui https://www.siberkreasi.id/ dan akun media sosial @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi.
Comment