Nicholas Saputra : Ketertarikan Berawal dari Suka, dan Suka Berarti Cinta

Nicholas Saputra : Ketertarikan Berawal dari Suka, dan Suka Berarti Cinta

MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM – Dihadapan sekitar 4500 mahasiswa yang memenuhi JK Arenatorium Universitas Hasanuddin pada 4 November 2025, Nicholas Saputra berbagi kisah tentang perjalanannya menekuni dunia film.

Baginya, cinta terhadap film tidak datang begitu saja, melainkan tumbuh perlahan dari rasa ingin tahu dan ketertarikan yang sederhana. Ketertarikan Berawal dari Suka, Berarti Cinta.

“Mengembangkan pengetahuan saya ke dunia film membuat saya terus mencari kemungkinan-kemungkinan baru. Ketika kita menemukan passion, di situlah letak ketertarikan yang sesungguhnya. Karena dari ketertarikan itu, kita akan terus melakukan apa yang ingin kita lakukan,” ucap Nicholas Saputra.

Mungkin dari sanalah, kita belajar bahwa perjalanan menemukan cinta pada sesuatu bukan tentang hasil akhirnya, melainkan tentang keberanian untuk memulainya.

Dalam sesi Dialog Generasi, acara Generasi Campus Roadshow Makassar, Nicholas berbicara tanpa berjarak tenang, namun setiap katanya terasa mengandung pesan kuat tentang keberanian untuk tetap setia pada komitmen tanpa kehilangan arah terhadap hal-hal yang dicintai.

Dengan nada tenang namun penuh keyakinan, Nicholas Saputra menegaskan bahwa passion bukan sesuatu yang berdiri sendiri. Menurutnya, passion bisa berjalan seiring dengan berbagai aktivitas dan tanggung jawab lain yang sedang dijalani. Ia mengajak para mahasiswa untuk tidak merasa terbatas oleh jurusan atau pilihan studi. Selama ada komitmen dan semangat, seseorang tetap bisa mengejar hal-hal yang menarik minatnya hal-hal yang membuatnya bersemangat untuk terus berkembang.

Nicholas Saputra menyampaikan pandangannya tentang bagaimana seseorang bisa tetap menyeimbangkan tanggung jawab dan minat pribadi.

“Passion itu bisa berjalan berdampingan dengan apa yang kita jalani. Kita boleh berkegiatan, kita boleh kuliah sesuai komitmen kita, tapi tetap punya ruang untuk mengejar hal-hal yang membuat kita tertarik dan bersemangat,” ucap Nicholas Saputra.

Ia menegaskan bahwa mengejar passion bukan berarti meninggalkan kewajiban, melainkan menemukan keseimbangan di antara keduanya. Pesan sederhana itu menyentuh banyak hati yang hadir — terutama mereka yang sedang mencari arti dari perjalanan dan tujuan yang sedang ditempuh.

Nicholas Saputra tampil tenang dan penuh refleksi. Setiap kalimat yang diucapkan mengalir lembut, namun sarat makna tentang proses dan ketekunan. Ia tidak berbicara tentang kesuksesan semata, melainkan tentang perjalanan panjang yang diwarnai semangat, kebosanan, dan keteguhan hati.

“Jadi, kita harus melalui berbagai macam momen — momen ketika kita bersemangat mengerjakannya, momen ketika kita jatuh dan merasa bosan, bahkan momen ketika kita tetap hadir saat semua orang sudah tidak menginginkannya,” ucap Nicholas Saputra.

Kata-katanya mengingatkan bahwa setiap perjalanan membutuhkan kesabaran. Di balik setiap momen naik turun, selalu ada pelajaran yang menumbuhkan kedewasaan dan cinta pada proses. Menurut Nicholas, solusi untuk tetap bertahan adalah membagi waktu dengan bijak, menetapkan prioritas, dan selalu mengingat alasan awal kita memulai. Dengan begitu, setiap tantangan bisa dijalani tanpa kehilangan semangat dan passion yang telah dipilih.

Grab Indonesia bersama Narasi menjawab tantangan tentang dilema anak muda menjalani passion lewat Generasi Campus Roadshow 2025, sebuah wadah inspiratif yang menghadirkan kesempatan bagi mahasiswa untuk belajar langsung dari para kreator dan figur publik. Mengusung tema besar “Passion in Action”, acara ini digelar di JK Arenatorium, Universitas Hasanuddin (Unhas), pada Selasa, 14 November 2025.

Di setiap kota, Generasi Campus Roadshow menghadirkan tiga figur besar berpengaruh; Najwa Shihab (Jurnalis dan Pendiri Narasi), Nicholas Saputra (Aktor), Raditya Dika (Penulis) untuk mengisi sesi Dialog Generasi. Sementara itu sesi pembuka Creativity on Stage di Makassar diisi oleh Kristo Immanuel (Content Creator dan Sutradara). Dengan beragam pengalaman, mereka memberikan pandangan tentang pentingnya menjadikan passion sebagai kompas untuk melangkah, bukan sekadar dorongan tanpa arah.

Mengusung tema “Passion in Action”, Generasi Campus Roadshow 2025 menjadi ruang untuk mengajak generasi muda untuk mengeksplorasi passion dan potensi diri. Melalui eksplorasi tersebut, diharapkan mahasiswa dapat menciptakan dampak positif, baik bagi diri sendiri maupun bagi lingkungan sekitarnya.

Neneng Goenadi, Chief Executive Officer, Grab Indonesia, mengatakan, “Melalui Generasi Campus Roadshow, Grab ingin menghadirkan ruang aman dan inspiratif bagi adik-adik mahasiswa dalam menemukan, menggali passion, serta mengembangkan potensi diri terbaiknya. Kami percaya setiap generasi memiliki kekuatan unik untuk membawa perubahan positif, dan Grab hadir untuk mendukung langkah mereka menuju masa depan yang mereka impikan.”

Dahlia Citra, Chief of Networking Narasi, menjelaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar ruang berbagi inspirasi, melainkan wadah bagi generasi muda untuk tumbuh bersama. “Kami berharap peserta Generasi Campus 2025 bisa merasa lebih yakin untuk mulai mencoba, apapun passion mereka. Tergerak untuk mengambil langkah dan memahami susah senangnya berproses,” ungkapnya.

Setelah sukses menjangkau lebih dari 15 ribu mahasiswa di empat kota tahun lalu (Yogyakarta, Malang, Jakarta, dan Bandung) tahun ini Generasi Campus Roadshow hadir dengan skala lebih besar. Acara ini digelar di enam kota dengan target menjangkau lebih dari 20 ribu mahasiswa. Kota-kota tersebut adalah Surabaya (Universitas Airlangga, 26 Agustus), Surakarta (Universitas Sebelas Maret, 7 Oktober), Bogor (IPB University, 22 Oktober), Makassar (Universitas Hasanuddin, 4 November), Medan (Universitas Sumatera Utara, 19 November), dan Bandung (Institut Teknologi Bandung, 9 Desember).

Melalui kolaborasi ini, Grab dan Narasi berharap Generasi Campus Roadshow 2025 tidak hanya menjadi ajang inspirasi, tetapi juga wadah aksi nyata bagi Gen Z untuk mulai bergerak dan membuktikan bahwa passion bukan sekadar minat. Dari menghidupi passion, passion bisa menghidupi bahkan memberi makna dan menciptakan dampak.


Comment