Taruna Ikrar di Medan: Dirikan Posko ‘Warkop Relawan’ hingga Deklarasi Sejuta Pohon

Taruna Ikrar di Medan: Dirikan Posko 'Warkop Relawan' hingga Deklarasi Sejuta Pohon

Kepala BPOM hadir sebagai saudara bagi korban banjir, fokus pada pemulihan mental, logistik, dan mitigasi ekologis jangka panjang.

MEDAN, BERITA-SULSEL.COM – Setelah menuntaskan agenda kemanusiaan di Aceh, Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI, Prof. dr. Taruna Ikrar, M.Biomed., Ph.D., langsung bergerak ke Medan untuk meninjau masyarakat yang terdampak banjir besar. Kedatangan Taruna Ikrar kali ini bukan hanya sebagai pimpinan lembaga, namun ditekankan sebagai saudara sebangsa untuk memastikan kehadiran negara di tengah situasi darurat.

​Hadirkan Posko Pemulihan dengan Sentuhan Kemanusiaan

​Setibanya di Medan, Prof. Taruna Ikrar meresmikan Posko BPOM Peduli Bencana Medan yang didirikan di Balai Besar POM Medan. Posko ini dirancang multifungsi sebagai:

  • ​Pusat Distribusi Logistik
  • ​Ruang Konseling dan Penguatan Psikologis (didampingi Staf Khusus Hj. Nor Andi Arinawati)
  • ​Edukasi Pangan Aman di Masa Darurat
  • ​Warkop Relawan: Menyediakan tempat istirahat yang nyaman bagi para relawan, lengkap dengan kopi, teh, makanan ringan, dan ruang ibadah.

​Dalam arahannya, Prof. Taruna Ikrar menegaskan bahwa BPOM harus hadir dalam seluruh tahapan penanganan bencana—dari evakuasi hingga rekonstruksi. “Negara harus hadir dari awal hingga akhir, dan BPOM bersama masyarakat pada setiap tahap pemulihan,” tegasnya, menjamin ketersediaan obat esensial dan pangan yang aman bagi pengungsi.

​Komitmen Jangka Panjang: Sejuta Pohon untuk Mitigasi Bencana

​Sebagai upaya mitigasi bencana ekologis jangka panjang, Prof. Taruna Ikrar mendeklarasikan Gerakan Penanaman Sejuta Pohon dengan slogan: Menjulang, Membumi, Mengakar.

“Pohon adalah kehidupan. Dengan sejuta pohon, kita menanam harapan,” — Prof. Taruna Ikrar, Kepala BPOM RI.P

Program ini sejalan dengan inisiatif Green Laboratory dan target Net-Zero Carbon BPOM, menunjukkan komitmen lembaga tidak hanya pada pengawasan produk, tetapi juga pada keberlanjutan lingkungan.

​Sentuhan Empati di Helvetia

​Kunjungan dilanjutkan ke Kecamatan Helvetia, salah satu wilayah terparah terdampak banjir. Prof. Taruna Ikrar menyapa warga, meninjau area berlumpur, dan mendengarkan kisah pilu mereka satu per satu.

​”Kami hadir bukan hanya membawa bantuan, tetapi juga membawa pelukan untuk hati yang terluka,” ucap Prof. Taruna dengan penuh empati.

​Kehadiran Moderator dr. Wachyudi Muchsin, S.Ked., S.H., M.Kes., C.Med, Staf Khusus BPOM, turut mencairkan suasana. Kegiatan ini menegaskan bahwa kepemimpinan Taruna Ikrar di BPOM mengedepankan kolaborasi, ketangguhan, dan kepedulian mendalam dengan sentuhan kemanusiaan dalam setiap langkah penanganan bencana.


Comment